Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Warga Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang digegerkan penemuan mayat tanpa identitas, Rabu (12/7/2017) pagi. Korban ditemukan warga sedang dalam posisi terlentang di balai milik warga.
AKP Arif Purnama Oktora, Kapolsek Teluk Naga mengatakan, sekitar pukul 08.00 WIB pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ditemukan sesosok mayat di sebuah balai di depan rumah warga di Desa Tegal Angus.
"Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian dan melakulan olah TKP. Kemudian mengangkat jenazah ke RSUD Kabupaten Tangerang," katanya saat dikomfirmasi TangerangNews.com, Rabu (12/7/2017).
Arif mengaku kesulitan mengungkap identitas korban, karena saat ditemukan korban tidak membawa kartu identitas dan keterangan terkait identitasnya. "Warga sekitar juga tidak mengenal korban, kami berharap bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dapat segera melaporkan ke kepolisian," katanya.
Arif menambahkan, saat ini jasad korban masih berada di rumah sakit untuk keperluan visum. Hal ini untuk mengungkap penyebab kematian dari korban. "Semoga hasil visum tersebut dapat segera turun, agar penyebab kematian korban juga dapat diketahui," pungkasnya.(RAZ)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGGubernur Banten Andra Soni menjelaskan terkait kondisi korban insiden kebakaran KMP Batumandi saat hendak bersandar di dermaga Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, pada Selasa 20 Oktober 2026.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews