Connect With Us

Bawa Tramadol, Pria Ini Dicokok Polisi di Kronjo

Mohamad Romli | Minggu, 23 Juli 2017 | 15:30

Barang bukti tramadol dan eximer diamankan aparat Polsek Kronjo dari pemuda berinisial MA, 17, Sabtu (22/7/2017) malam. (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com- Seorang pemuda berinisial MA, 17, diamankan Aparat Polsek Kronjo, Kabupaten Tangerang, karena kedapatan membawa obat keras jenis tramadol dan eximer, Sabtu (22/7/2017) malam.

Kapolsek Kronjo AKP Uka Subakti mengatakan, pemuda tersebut tertangkap saat dilakukan operasi cipta kondisi di halaman Mapolsek Kronjo tadi malam.

"Saat kami melakukan pemeriksaan barang bawaan pengendara, kami mendapatkan pemuda tersebut membawa obat keras jenis tramadol dan eximer," ujarnya, Minggu (23/7/2017).

Dijelaskan AKP Uka, tramadol dan eximer adalah obat keras yang masuk dalam golongan yang diatur dalam Undang-undang No 5/1997 tentang psikotropika, sehingga peredaran dan penggunaannya pun diatur secara ketat. "Kami lakukan pemeriksaan intensif, dari mana pemuda itu mendapatkan obat keras tersebut, sehingga kami akan kembangkan, jika terbukti ilegal kami akan kejar pengedarnya," tegasnya.

Penyalahgunaan tramadol dan eximer menurutnya sangat berbahaya sebab berpotensi merusak kesehatan fisik dan mental, juga berpotensi timbulnya tindak pidana serta kejahatan lainnya.(RAZ)

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

SPORT
John Herdman Merasa Pikul Tanggung Jawab Besar Usai dengan Lagu Indonesia Raya

John Herdman Merasa Pikul Tanggung Jawab Besar Usai dengan Lagu Indonesia Raya

Selasa, 20 Januari 2026 | 08:25

Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengungkapkan kesannya usai mendengar pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 13 Januari 2026, lalu.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill