Connect With Us

Anggota DPR Ingatkan Pemda Waspadai Ledakan Penduduk

Mohamad Romli | Kamis, 2 November 2017 | 18:00

| Dibaca : 436

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Siti Masrifah saat memberikan materi pada acara sosialisasi Komunikasi, Informasi, Edukasi Kreatif tahun 2017 yang dihelat BKKBN di Kantor Desa Suradita, Cisauk, Kamis (2/11/2017). (@TangerangNews.com / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Daerah diminta anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Siti Masrifah untuk mempunyai formulasi jitu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, karena jika tidak, hal tersebut akan menjadi bom waktu seiring dengan bonus demografi yang akan terjadi di Indonesia pada periode 2020-2035.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat digelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, Edukasi Kreatif  tahun 2017 yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kantor Desa Suradita, Cisauk, Kamis (2/11/2017).

Masrifah yang hadir ditengah-tengah ratusan peserta yang didominasi kaum ibu tersebut menyampaikan pada medio 1980 jumlah penduduk Indonesia hanya sekitar 135 juta jiwa, jumlah tersebut meningkat drastis hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 37 tahun menjadi sekitar 250 juta jiwa.

“Artinya, laju pertumbuhan penduduk harus terus dikendalikan, dan keluarga memiliki peran penting,” ujarnya.

Keluarga diharapkannya menjadi ujung tombak untuk mencapai target pemerintah melalui BKKBN dengan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Program tersebut berusaha mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui partisipasi masyakat menjadi peserta Keluarga Berencana (KB) dan membangun ketahanan keluarga.

“Indonesia dibangun dari keluarga, kalau keluarga sudah sejahtera, semua akan sejahtera,” ujarnya.

Salah satu prasyarat menjadi keluarga yang sejahtera diantaranya mampu merencanakan usia pernikahan, mengatur jumlah anak dan jarak kehamilan, serta mampu mendidik anak dengan baik.

Ia mengingatkan peserta untuk tidak menikahkan anak-anaknya di usia dini karena akan berdampak secara fisik dan mental., selain itu, orang tua juga ditutut mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar mereka menjadi generasi emas pada periode terjadinya bonus demografi.

“Ketahanan keluarga baik secara ekonomi, pendidikan sangat diperlukan, orang tua harus bisa mendidik  anak-anaknya dengan baik,” tambahnya.

Untuk itu, setiap keluarga dianjurkannya cukup memiliki dua orang anak saja sehingga menjadi peserta keluarga berencana (KB) turut mengatur jarak kehamilan. “Setiap keluarga cukup dua anak saja, atur jarak kehamilan agar sehat dan ceria,” imbuhnya.

Dua narasumber lainnya, Yeti Rismayati dari BKKBN Banten  dan Sumanta dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang pun turut menyampaikan hal serupa.

“Bonus demografi akan terjadi sekali saja, jika tidak berhasill tingkat kemiskinan akan meningkat,” terang Yeti.(DBI/HRU)

KAB. TANGERANG
Begini Kronologi Penggerebekan Kontrakan Curanmor di Cikupa

Begini Kronologi Penggerebekan Kontrakan Curanmor di Cikupa

Jumat, 20 April 2018 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Kapolsek Cikupa, Kompol Idrus Madaris membeberkan kronologi penggrebekan komplotan tersangka pencurian kendaraan bermotor yang berlangsung kemarin di Perumahan Bukit Tiara Blok L6, RT 35/04 , Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa,

SPORT
Taruna Merah Putih Gelar Festival Sepak Bola di Jatiuwung

Taruna Merah Putih Gelar Festival Sepak Bola di Jatiuwung

Senin, 2 April 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Dewan Pimpinan Cabang Taruna Merah Putih (TMP) Kota Tangerang Menggelar kegiatan Festival Hiburan Sepakbola di Kampung Pasirjaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Minggu (1/4/2018).

NASIONAL
Penerapan Ganjil - Genap di Tol Tangerang Mulai Disosialisasikan

Penerapan Ganjil - Genap di Tol Tangerang Mulai Disosialisasikan

Rabu, 11 April 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-PT Jasa Marga selaku penyelenggara jasa jalan tol melakukan sosialisasi terkait penerapan kendaraan bernopol ganjil - genap di Tol Tangerang, Rabu (11/4/2018).

AYO! TANGERANG CERDAS
Buku Ini Beri Harapan Baru Hadapi Kanker

Buku Ini Beri Harapan Baru Hadapi Kanker

Senin, 26 Maret 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Kanker telah menjadi ancaman yang sangat serius. Data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (Infodatin) menyatakan, secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia

"Penderitaan terburuk dalam hidup bukanlah dengan kalah, kehilangan sesuatu maupun kemalangan yang menimpa, melainkan rasa takut akan sesuatu dan kemudian ketakutan itu tak pernah terlepas dari diri Anda."

Anonim