Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Daerah diminta anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Siti Masrifah untuk mempunyai formulasi jitu mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, karena jika tidak, hal tersebut akan menjadi bom waktu seiring dengan bonus demografi yang akan terjadi di Indonesia pada periode 2020-2035.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat digelar sosialisasi Komunikasi, Informasi, Edukasi Kreatif tahun 2017 yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kantor Desa Suradita, Cisauk, Kamis (2/11/2017).
Masrifah yang hadir ditengah-tengah ratusan peserta yang didominasi kaum ibu tersebut menyampaikan pada medio 1980 jumlah penduduk Indonesia hanya sekitar 135 juta jiwa, jumlah tersebut meningkat drastis hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 37 tahun menjadi sekitar 250 juta jiwa.
“Artinya, laju pertumbuhan penduduk harus terus dikendalikan, dan keluarga memiliki peran penting,” ujarnya.
Keluarga diharapkannya menjadi ujung tombak untuk mencapai target pemerintah melalui BKKBN dengan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Program tersebut berusaha mengendalikan laju pertumbuhan penduduk melalui partisipasi masyakat menjadi peserta Keluarga Berencana (KB) dan membangun ketahanan keluarga.
“Indonesia dibangun dari keluarga, kalau keluarga sudah sejahtera, semua akan sejahtera,” ujarnya.
Salah satu prasyarat menjadi keluarga yang sejahtera diantaranya mampu merencanakan usia pernikahan, mengatur jumlah anak dan jarak kehamilan, serta mampu mendidik anak dengan baik.
Ia mengingatkan peserta untuk tidak menikahkan anak-anaknya di usia dini karena akan berdampak secara fisik dan mental., selain itu, orang tua juga ditutut mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar mereka menjadi generasi emas pada periode terjadinya bonus demografi.
“Ketahanan keluarga baik secara ekonomi, pendidikan sangat diperlukan, orang tua harus bisa mendidik anak-anaknya dengan baik,” tambahnya.
Untuk itu, setiap keluarga dianjurkannya cukup memiliki dua orang anak saja sehingga menjadi peserta keluarga berencana (KB) turut mengatur jarak kehamilan. “Setiap keluarga cukup dua anak saja, atur jarak kehamilan agar sehat dan ceria,” imbuhnya.
Dua narasumber lainnya, Yeti Rismayati dari BKKBN Banten dan Sumanta dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang pun turut menyampaikan hal serupa.
“Bonus demografi akan terjadi sekali saja, jika tidak berhasill tingkat kemiskinan akan meningkat,” terang Yeti.(DBI/HRU)
TODAY TAGPergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews