KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pemulihan kondisi psikologi (trauma healing) anak-anak buruh korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi.
Ketua KPAI, Seto Mulyadi mengatakan hal tersebut usai bertemu Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar di Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Senin (6/11/2017).
"Kami akan bertindak cepat khususnya dalam menangani masalah anak-anak. Baik anak-anak dari para korban, atau pun mungkin juga anak-anak dari SMP 1 Kosambi yang berada dekat lokasi kejadian, itu yang saya dengar mengalami trauma," paparnya.
Dalam melakukan trauma healing tersebut, KPAI akan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIPSI) Provinsi Banten.
"Untuk menangani kasus ini karena di sini juga cukup banyak psikolog yang bisa menjadi relawan," tambahnya.
Trauma healing ditekankan pria yang akrab disapa kak Seto tersebut sangat penting, karena kalau tidak cepat mendapatkan pendampingan psikologi akan berdampak munculnya berbagai persoalan kejiwaan pada anak-anak dimasa yang akan datang.
Ditanya awak media kapan KPAI akan melakukan trauma healing, kak Seto menjawab sudah menjadwalkan pada Rabu (8/11/2017).
"Tetapi rupanya harus koordinasi dengan bapak Camat, jadi kita putuskan hari Jumat," tukasnya.(DBI/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
Ledakan hebat di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu, 14 Oktober 2026, tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan merusak bangunan, tapi juga berdampak pada nasib para pedagang lantaran tidak bisa berjualan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews