Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan pemulihan kondisi psikologi (trauma healing) anak-anak buruh korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi.
Ketua KPAI, Seto Mulyadi mengatakan hal tersebut usai bertemu Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar di Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Senin (6/11/2017).
"Kami akan bertindak cepat khususnya dalam menangani masalah anak-anak. Baik anak-anak dari para korban, atau pun mungkin juga anak-anak dari SMP 1 Kosambi yang berada dekat lokasi kejadian, itu yang saya dengar mengalami trauma," paparnya.
Dalam melakukan trauma healing tersebut, KPAI akan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIPSI) Provinsi Banten.
"Untuk menangani kasus ini karena di sini juga cukup banyak psikolog yang bisa menjadi relawan," tambahnya.
Trauma healing ditekankan pria yang akrab disapa kak Seto tersebut sangat penting, karena kalau tidak cepat mendapatkan pendampingan psikologi akan berdampak munculnya berbagai persoalan kejiwaan pada anak-anak dimasa yang akan datang.
Ditanya awak media kapan KPAI akan melakukan trauma healing, kak Seto menjawab sudah menjadwalkan pada Rabu (8/11/2017).
"Tetapi rupanya harus koordinasi dengan bapak Camat, jadi kita putuskan hari Jumat," tukasnya.(DBI/HRU)
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGWacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global
Kekerasan terhadap anak tengah marak terjadi di Provinsi Banten, termasuk kasus perundungan pelajar di wilayah Tangerang Selatan yang tengah menjadi sorotan belakangan ini.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews