Connect With Us

Bupati Zaki Raih Penghargaan Pandu Negeri 2017

Advertorial | Minggu, 12 November 2017 | 18:00

| Dibaca : 658

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meraih Penganugrahan Pandu Negeri 2017 yang diberikan langsung oleh Boediono mantan Wakil Presiden RI, digedung Graha CIMB Jakarta, Jumat, (10/11/2017). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Prestasi membanggakan terus diraih oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, kali ini penghargaan diterima Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang meraih Penganugrahan Pandu Negeri 2017. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Boediono mantan Wakil Presiden RI dan dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo digedung Graha CIMB Jakarta, Jumat,  (10/11/2017).
 
ZAKI
 
Bupati Zaki setelah menerima penghargaan mengatakan,  ini semua hasil kerja kita semua, penghargaan bukan hasil akhir tata kelola pemerintahan di daerah, semua perlu inovasi dan perbaikan terus menerus dalam pemerintahan baik di daerah maupun dipusat. 
 
"Alhamdulilah penghargaan ini kita raih, tapi ini semua bukan hasil akhir tata kelola pemerintahan, pelayanan harus kita tingkatkan dan butuh inovasi," ucap Zaki yang terus melakukan inovasi pelayanan untuk masyarakat.
 

 
Penghargaan tersebut digagas oleh Indonesian Institute For Public Governance (IIPG), IIPG memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah (provinsi, kabupaten dan kota ) yang kinerja dan tata kelola pemerintahannya baik. IIPG juga memberikan penghargaan kepada pemimpin daerah yang inovatif. Penghargaan ini diberi nama Anugerah Pandu Negeri di Gedung Graha CIMB lantai II. 
 
IIPG adalah sebuah organisasi nirlaba yang digagas sekelompok anak bangsa yang peduli terhadap tata kelola (governance) baik di sektor swasta atau korporasi dan sektor publik atau institusi pemerintahan. IIPG mempunyai visi melakukan upaya peningkatan tata kelola pada institusi publik, seperti pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota.
 
Dewan Juri IIPG Prof. Dr. Sidharta Utama menjelaskan kami telah melakukan penilaian kinerja dan tata kelola pemerintahan sejumlah 34 pemerintah provinsi, 416 pemerintah kabupaten dan 98 pemerintah kota di indonesia, dengan melihat aspek performance (pertumbuhan ekonomi, pengembangan manusia, breaktrough result) dan aspek governance (tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan dan anti korupsi) sebagai kriteria penilaian.
 
"Malam inilah para Bupati/Walikota yang terpilih mendapatkan penganugrahan Pandu Negeri 2017, Pandu Negeri sebuah ajang penyemangat agar para pemimpin didaerah lebih baik dalam mengelola daerahnya," tutur Sidharta didepan Bupati/Walikota.(ADV)

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

KAB. TANGERANG
Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang Ditarget Naik Rp178 Miliar

Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang Ditarget Naik Rp178 Miliar

Senin, 20 Agustus 2018 | 16:39

TANGERANGNEWS.com-Pendapatan daerah Kabupaten Tangerang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) tahun anggaran

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

BANDARA
Jatuh di Jalur Berlawanan, Pemotor Tewas di Bandara Soekarno-Hatta

Jatuh di Jalur Berlawanan, Pemotor Tewas di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 20 Agustus 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian terjadi di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (19/8/2018) malam.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie