BBQ City Light dan Staycation Jadi Andalan Fame Hotel Gading Serpong Sambut Tahun Baru 2027
Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:26
Fame Hotel Gading Serpong menawarkan paket staycation untuk menyambut Tahun Baru 2027 dengan harga mulai Rp899.999.
TANGERANGNEWS.com-Abdul Latif, 22, merasa heran karena sampai saat ini belum menerima klaim asuransi kecelakaan kerja yang dialaminya dari PT Mitra Serasi Jaya di Jalan Kotabumi Nomor 38, Sepatan. Bersama kuasa hukumnya, warga Kecamatan Priuk, Kota Tangerang tersebut kembali mendatangi pabrik yang memproduksi kertas dan tisu tersebut, Sabtu (25/11/2017).
Namun keinginannya untuk bisa bertemu pihak manajemen perusahaan kembali kandas, karena petugas keamanan pabrik mengatakan pimpinannya tidak ada ditempat.
Kepada awak media, Abdul mengatakan kecelakaan kerja yang dialaminya terjadi saat ia masih berstatus sebagai buruh dipabrik itu pada 21 April 2014 sekitar pukul 10.00 WIB.
“Saya sedang bekerja, saya disuruh atasan saya untuk mengakali bahan yang nyangkut di mesin, ketika saya mengakali bahan yang nyangkut pakai cutter, pas saya tarik bahannya itu, tangan saya ikut ketarik sama mesin,” ujarnya.
Akibatnya, ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan Abdul pun hampir terputus. Ia kemudian dilarikan ke RSU Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah kecelakaan kerja tersebut, ia pun kemudian dicutikan oleh pihak perusahaan dan baru bekerja kembali sekitar tahun 2015. Namun pada awal 2017, hubungan kerjanya dengan perusahaan diputus secara sepihak (PHK).
“Setelah kecelakaan kerja, saya dicutikan, saya kerja lagi, setelah itu saya dikeluarkan begitu saja,” tambahnya.
Saat di-PHK pun, Abdul mengaku tidak mendapatkan hak normatifnya sebagaimana diatur dalam UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Bahkan klaim asuransi kecelakaan kerja juga tidak diterimanya. “Yang saya pinta dari perusahaan klaim asuransi tangan saya yang belum dibayar sampai saat ini, nomimalnya sekitar Rp60 juta,” jelasnya.
Sementara kuasa hukum Abdul, Sis Joko Wasono mengatakan, pihaknya sudah dua kali bertemu dengan perwakilan manajemen pabrik tersebut. “Sudah dua kali pertemuan, pertama dan kedua, alasannya akan berkonsultasi dengan pimpinan. Pertemuan lagi baru kemarin, alasannya belum bisa ambil keputusan,” katanya.
Ketua DPC Federasi Lomenik SBSI Tangerang Raya itu pun menegaskan, akan mengambil jalur hukum jika tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan memenuhi hak kliennya.
“Langkah hukum yang akan dilakukan jika tidak diselesaikan adalah menggugat klaim asuransi kecelakaan kerja. Kita bisa masuk ke ranah hukum, bisa lapor ke polisi, karena ini bisa bicara ranah pidana juga,” tegasnya.
Sementara manajemen PT Mitra Serasi Jaya belum ada yang bisa dikonfirmasi. Petugas keamanan pabrik tersebut mengatakan pihak manajemen sedang tidak ada di lokasi.(RAZ/HRU)
Fame Hotel Gading Serpong menawarkan paket staycation untuk menyambut Tahun Baru 2027 dengan harga mulai Rp899.999.
TODAY TAGWacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global
Sampah rumah tangga di Kampung ProKlim Mawar, RW 013 Komplek Pengayoman, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, dimanfaatkan warga menjadi sumber daya yang bernilai.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar program pelatihan keterampilan digital bagi kalangan pemuda masjid.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews