Connect With Us

Jari Nyaris Putus, Eks Buruh PT Mitra Serasi Jaya Sepatan Di-PHK Tanpa Klaim Asuransi

Mohamad Romli | Minggu, 26 November 2017 | 10:00

Abdul Latif (Tengah) menunjukkan jarinya yang terkena kecelakaan kerja saat bekerja di PT Mitra Serasi Jaya. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Abdul Latif, 22, merasa heran karena sampai saat ini belum menerima klaim asuransi kecelakaan kerja yang dialaminya dari PT Mitra Serasi Jaya di Jalan Kotabumi Nomor 38, Sepatan. Bersama kuasa hukumnya, warga Kecamatan Priuk, Kota Tangerang tersebut kembali mendatangi pabrik yang memproduksi kertas dan tisu tersebut, Sabtu (25/11/2017).

Namun keinginannya untuk bisa bertemu pihak manajemen perusahaan kembali kandas, karena petugas keamanan pabrik mengatakan pimpinannya tidak ada ditempat.

Kepada awak media, Abdul mengatakan kecelakaan kerja yang dialaminya terjadi saat ia masih berstatus sebagai buruh dipabrik itu pada 21 April 2014 sekitar pukul 10.00 WIB.

“Saya sedang bekerja, saya disuruh atasan saya untuk mengakali bahan yang nyangkut di mesin, ketika saya mengakali bahan yang nyangkut pakai cutter, pas saya tarik bahannya itu, tangan saya ikut ketarik sama mesin,” ujarnya.

Akibatnya, ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan Abdul pun hampir terputus. Ia kemudian dilarikan ke RSU Tangerang untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah kecelakaan kerja tersebut, ia pun kemudian dicutikan oleh pihak perusahaan dan baru bekerja kembali sekitar tahun 2015. Namun pada awal 2017, hubungan kerjanya dengan perusahaan diputus secara sepihak (PHK).

“Setelah kecelakaan kerja, saya dicutikan, saya kerja lagi, setelah itu saya dikeluarkan begitu saja,” tambahnya.

Saat di-PHK pun, Abdul mengaku tidak mendapatkan hak normatifnya sebagaimana diatur dalam UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Bahkan klaim asuransi kecelakaan kerja juga tidak diterimanya. “Yang saya pinta dari perusahaan klaim asuransi tangan saya yang belum dibayar sampai saat ini, nomimalnya sekitar Rp60 juta,” jelasnya.

Sementara kuasa hukum Abdul, Sis Joko Wasono mengatakan, pihaknya sudah dua kali bertemu dengan perwakilan manajemen pabrik tersebut. “Sudah dua kali pertemuan, pertama dan kedua, alasannya akan berkonsultasi dengan pimpinan. Pertemuan lagi baru kemarin, alasannya belum bisa ambil keputusan,” katanya.

Ketua DPC Federasi Lomenik SBSI Tangerang Raya itu pun menegaskan, akan mengambil jalur hukum jika tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan memenuhi hak kliennya.

“Langkah hukum yang akan dilakukan jika tidak diselesaikan adalah menggugat klaim asuransi kecelakaan kerja. Kita bisa masuk ke ranah hukum, bisa lapor ke polisi, karena ini bisa bicara ranah pidana juga,” tegasnya.

Sementara manajemen PT Mitra Serasi Jaya belum ada yang bisa dikonfirmasi. Petugas keamanan pabrik tersebut mengatakan pihak manajemen sedang tidak ada di lokasi.(RAZ/HRU)

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

HIBURAN
Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik

Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill