Connect With Us

PWI Kabupaten Tangerang Gelar Diskusi dan Santuni Anak Yatim

Mohamad Romli | Rabu, 6 Juni 2018 | 20:00

| Dibaca : 376

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang menggelar diskusi publik, Baksos & buka bersama anak yatim Rabu (6/6/2018). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Pesatnya perkembangan teknologi informasi  menyebabkan beragam informasi secara cepat tersebar ke masyarakat. Bahkan, informasi yang beredar tersebut tidak jelas sumber dan kebenarannya, sehingga masyarakat pun rentan terpapar berita palsu (hoax).

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis dan cerdas dalam mencermati informasi. Hal itu mengemuka dalam diskusi yang dihelat organisasi insan pewarta itu, Rabu (6/6/2018).

Ketua PWI Kabupaten Tangerang Sangki Wahyudin mengatakan berita palsu dapat ditangkal dengan meningkatkan budaya literasi masyarakat, karena masyarakat yang gandrung membaca terlatih untuk bersikap kritis.

“Namun sayangnya, saat ini budaya literasi kita masih rendah, hal ini yang perlu perhatian serius,” ujarnya.

Ia pun mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian serius untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Minat baca juga sebanding dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jadi memerangi hoax harus dengan pendekatan budaya,” jelasnya.

Sementara dalam diskusi yang bertajuk “Menyikapi Maraknya Berita Hoax” itu, Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Banten AKBP Zaenudin menegaskan, polisi akan menindak tegas pelaku penyebar berita palsu. Hal itu dibuktikan Polda Banten yang telah menangkap dan memproses secara hukum beberapa pelaku.

“Penegakan hukum terhadap pelaku pembuat dan penyebar hoax kami lakukan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai jika ada informasi yang beredar jika belum jelas sumber dan terverifikasi kebenarannya.

“Maka kalau ada informasi yang tidak jelas sumbernya, jangan dipercaya. Cari tahu dulu sumbernya dan teliti kebenarannya,” tambahnya.

Narasumber lainnya, Ketua KPU Kabupaten Tangerang Achmad Jamaludin pun bernada serupa. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh informasi yang dapat memperkeruh situasi politik.

“Kita harus sukseskan Pilkada Kabupaten Tangerang sesuai dengan  jargonnya, damai dan gembira,” ajaknya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kabid Humas Polda Banten AKBP Wishnu Caraka, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif, Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Dandim 0510 Tigaraksa yang diwakili Danramil 06 Tigaraksa, Kapten P Sihotang. Acara ditutup dengan buka puasa bersama serta pemberian santunan kepada 80 anak yatim piatu yang berdomisili disekitar Kecamatan Tigaraksa.  

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

TANGSEL
Beda Sendiri, DPRD Tangsel Tidak Gelar Paripurna Pidato Kenegaraan

Beda Sendiri, DPRD Tangsel Tidak Gelar Paripurna Pidato Kenegaraan

Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:20

TANGERANGNEWS.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan tak menggelar Rapat Paripurna Istimewa

KOTA TANGERANG
Diduga Sengketa Lahan Parkir, Kino Bacok Bambang di Ahmad Yani

Diduga Sengketa Lahan Parkir, Kino Bacok Bambang di Ahmad Yani

Kamis, 16 Agustus 2018 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Kasus penganiayaan diduga karena sengketa lahan parkir terjadi di depan Kampus Universitas Muhamadiyah Tangerang (UM), Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang.

WISATA
Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Wisata Bareng Anak ke Bandung? Mending Pakai Kereta

Jumat, 29 Juni 2018 | 08:00

TANGERANGNEWS.com-Selalu ada sejuta alasan untuk kembali ke kota Bandung, apalagi bagi warga di Jakarta. Selain karena jaraknya yang dekat, ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota dingin yang suhunya jauh berada di bawah kota Metropolitan Jakarta.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie