Connect With Us

HUT Bhayangkara, Polresta Tangerang Gelar Lomba Bertajuk "Polisi Zaman Now"

Mohamad Romli | Senin, 9 Juli 2018 | 18:41

| Dibaca : 509

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif meresmikan perlombaan HUT Bhayangkara ke-72 di toko buku Gramedia Eco Plaza, Citra Raya, Panongan, Senin (9/7/2018). (TangerangNews.com/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Polresta Tangerang terus berinovasi menjadikan polisi sebagai sosok yang dekat dan bersahabat dengan masyarakat. Salah satunya menjadikan perhelatan HUT Bhayangkara ke-72 dengan beragam kegiatan yang melibatkan partisipasi publik.

Sejumlah kegiatan itu diantaranya lomba fotografi, literasi digital dan vlog. Lomba yang bertema Polisi Zaman Now: Kreatif, Inovatif, Humanis dan Bersahabat itu dilaunching Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di toko buku Gramedia Eco Plaza, Citra Raya, Panongan, Senin (9/7/2018).

Dikatakan Sabilul, lomba yang baru pertama kali dihelat Polresta Tangerang itu bukan sekedar selebrasi. Namun  memiliki nilai membangun yakni input positif kepada institusi Polri.

Input tersebut berupa karya peserta yang memuat konten positif seputar kiprah Polri. Misalnya melalui lomba literasi, Sabilul berharap masyarakat semakin aktif menangkal berbagai berita palsu (hoax) yang beredar, sehingga kecerdasan berliterasi semakin menguat yang akhirnya berita palsu semakin mudah diseleksi oleh masyarakat.

"Lomba literasi digital dibuat karena merebaknya isu hoax. Masyarakat kita ajak membuat tulisan untuk meng-counter berita hoax, itu maksud lomba literasi digital," paparnya.

Merebaknya isu hoax tidak terlepas dari berkembang pesatnya teknologi informasi dan sosial media. Sehingga Sabilul pun menegaskan, anggota Polri harus menjadi Polisi zaman now yang aktif mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

"Polis harus modern,  mengikuti perkembangan teknologi informasi. Mampu membuat sebuah market pasar dengan nilai yang baik. Menampilkan sosok polisi yang modern. Menjadikan medsos untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat," tambahnya.

Hal tersebut, terang Kapolres yang aktif di media sosial itu, agar semakin tumbuh kepercayaan masyarakat kepada institusi Kepolisian.

Dalam tiga lomba itu pun, Polresta Tangerang memanfaatkan media sosial sebagai ruang bagi peserta menunjukkan hasil karyanya. Setiap peserta diwajibkan mengunggah foto untuk kategori lomba fotografi, tulisan untuk kategori lomba literasi digital dan vlog di media sosial seperti Facebook dan Instagram. 

Persyaratan serta ketentuan lomba dapat diakses di laman akun instagram @Kapolrestatangerangofficial dan akun Facebook Kombes Pol M Sabilul Alif, SH, SIk, MSi.

Selain tropi, panitia juga menyediakan hadiah jutaan rupiah untuk peserta yang berhasil menjadi juara. "Khusus untuk lomba vlog, juri dan hadiahnya langsung dari saya, tentunya lebih besar dari hadiah yang disediakan panitia," tukas Sabilul.(RMI/HRU)

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

SPORT
Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Disaksikan Bupati Zaki, Ponpes Arrasyadiyyah Juarai LSN Banten

Jumat, 21 September 2018 | 21:47

TANGERANGNEWS.com-Laga final Kompetisi Liga Santri Nasional (LSN) Region Banten tahun 2018 berakhir dengan kemenangan Pondok Pesantren

BISNIS
Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Math Coffee and Resto, Kafenya Advokat di Tangerang

Sabtu, 1 September 2018 | 15:31

TANGERANGNEWS.com-Bisnis kafe di Kota Tangerang sudah menjamur. Tentunya bisnis ini sudah diisi banyak pemain yang berkelas

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie