Connect With Us

Venue Asian Games di Tigaraksa Harus Berdampak Ekonomis

Mohamad Romli | Kamis, 12 Juli 2018 | 17:00

| Dibaca : 1515

PJs Bupati Tangerang Komarudin dan Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat meninjau lokasi venue Asian Games di Tigaraksa, Kamis (12/7/2018). (TangerangNews.com/2018 / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengharapkan ditunjuknya SMA Adria Pratama Mulya (APM) di Jalan Arya Wangsakara Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang-sebagai venue Asian Games XVIII 2018 untuk cabang olahraga (cabor) Modern Pentathlon memberikan dampak ekonomis bagi masyakakat Kabupaten Tangerang.

Karena, Asian Games merupakan perhelatan pesta olahraga bergengsi tingkat Asia, sehingga even ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan berbagai produk lokal ke berbagai warga negara di Asia.

Karena menurut Fikri, kesuksesan Asian Games tidak hanya dari aspek penyelenggaraan, namun ada tiga aspek lainnya, yakni sukses administrasi, sukses ekonomi, sukses prestasi.

"Pemda setempat sudah berusaha semaksimal mungkin. Mestinya dipersilahkan dong untuk setidaknya menunjukkan karya-karya masyarakat disini apakah itu handicraft yang bisa dipamerkan atau dijual kepada mereka, kalau kemudian boleh maka mestinya sudah siap," ujarnya saat meninjau lokasi venue Asian Games cabor Modern Pentathlon SMA Adria Pratama Mulya (APM), Tigaraksa, Kamis (12/7/2018).

Disinggung hal itu, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Tangerang Komarudin mengatakan secepatnya akan berkoordinasi dengan Inasgoc selaku penyelenggara agar produk Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tangerang dapat mempromosikan produknya.

"Sebanyak 63 produk yang sudah siap untuk dipromosikan disini. Space-nya kita koordinasikan dengan panitia pusat," ungkapnya.

Ditambahkannya, Kabupaten Tangerang merupakan sentral UMKM yang memproduksi alas kaki terutama sepatu. Sehingga momentum ini akan dimanfaatkan untuk mempromosikan ikon UMKM Kabupaten Tangerang tersebut.

"Gerai (UMKM) kami di Jalan Serang, Bojong nanti kita isi juga dengan produk olahraga dan produk lokal. Jadi banyak pengrajin sepatu olahraga nanti kita arahkan ke gerai," tambahnya.

Komarudin pun menyoal soal tiket masuk area venue. Ia berharap harga tiket terjangkau oleh masyarakat, bahkan jika memungkinkan tidak dipungut biaya.

"Kami sampaikan ke Komisi X untuk disampaikan ke Inasgoc, kalau (tiket) mahal kita keberatan, masalahnya masyarakat kan tidak mampu membayarnya. Kalau pun bayar yang murah lah, yang terjangkau, kalo bisa gratis," tukasnya.(MRI/HRU)

WISATA
Berkunjung ke 3 Destinasi yang Masih Tersembunyi di Jogja

Berkunjung ke 3 Destinasi yang Masih Tersembunyi di Jogja

Senin, 27 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Ada banyak tempat wisata yang sangat populer di kalangan wisatawan, tetapi tak sedikit yang masih tersembunyi. Namun, keindahannya telah menyebar di dunia maya melalui unggahan para pengunjung yang takjub.

MANCANEGARA
Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

AYO! TANGERANG CERDAS
Paramount Land Ajari Pelajar SD  Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Paramount Land Ajari Pelajar SD Tangerang Tanam Hidroponik Lewat Green Schools

Jumat, 27 Juli 2018 | 20:14

TANGERANGNEWS.com-Pengembang properti Paramount Land kembali menggelar kegiatan Green Schools di Paramount Nursery, Gading Serpong, KabupatenTangerang, Kamis

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie