Connect With Us

Bocah 10 Tahun Tewas Terlindas Truk Tanah di Tigaraksa

Maya Sahurina | Selasa, 7 Agustus 2018 | 13:00

| Dibaca : 4763

Jenazah Ahmad Ramadani, 10, yang ditemukan tewas setelah terlindas truk tanah di area proyek pengurugan lahan di Kampung Baru RT 04/03, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Duka mendalam terjadi pada keluarga Anwar dan Herna. Pasalnya, Ahmad Ramadani, 10, putra mereka tewas mengenaskan di area proyek pengurugan lahan di Kampung Baru RT 04/03, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa.

Ditemui TangerangNews.com dikediaman korban, Ipul, menceritakan keponakannya yang masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar itu sedang bermain dengan tiga temannya di area proyek, Senin (6/8/2018).

Saat itu, kata Ipul, sekitar pukul 08.00 WIB, korban bersama tiga teman sebaya, bermain di area proyek yang tak jauh dari kediamannya. Di jam tersebut, dump truk bermuatan tanah biasanya berhenti disekitar lokasi menunggu antrean masuk ke area proyek.

Area proyek pengurukan tanah di Kampung Baru RT 04/03, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa.

 

“Di jam segitu, dump truk itu biasanya berderet disini (dekat rumah), mereka nunggu antrian masuk ke area lokasi pengurugan,” kata Ipul, Selasa (7/8/2018).

Ke empat anak tersebut pun turut asik bermain, bahkan mereka bergelayutan di sisi kiri bak truk. Naas, saat mereka bergelayutan di salah satu truk, ternyata sekitar pukul 08.30 WIB, truk itu melaju.

“Mereka lalu loncat turun, tiga orang mulus meloncat, sementara tangan keponakan saya tersangkut ditangga bak truk,” bebernya.

Usai tersangkut tersebut, kata Ipul, korban kemudian terjatuh dan akhirnya terlindas ban kiri truk. Korban pun menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala dan perut.

Kediaman korban di Kampung Baru RT 04/03, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa.

 

“Sopir dan kernet truknya langsung kabur. Sementara saat itu gak ada orang dewasa dari kampung yang melihat, karena lagi sepi pada kerja,” bebernya.

Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi, kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Jasad korban pun dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk diautopsi.

Saat ini, pihak keluarga korban belum mendapatkan informasi dari pihak kepolisian keberadaan sopir dan kernet tersebut. Sementara jasad korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

“Kami juga ingin ke Polresta Tangerang untuk memastikan apakah tersangka sudah diamankan atau belum,” tukasnya.

Pantauan TangerangNews.com, terpasang garis polisi di lokasi kejadian. Sementara di lokasi tersebut terpantau tidak ada aktivitas proyek.(MRI/RGI)

BANTEN
Pemain Perserang Diduga Keroyok 2 Remaja di Cilegon

Pemain Perserang Diduga Keroyok 2 Remaja di Cilegon

Senin, 21 Oktober 2019 | 17:22

Cilegon - Pemain klub sepakbola Perserang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua remaja di jogging track Krakatau Steel, Kota Cilegon.

KOTA TANGERANG
Benyamin Davnie Paparkan Hambatan Pembangunan di Tangsel

Benyamin Davnie Paparkan Hambatan Pembangunan di Tangsel

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:41

TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut masyarakat harus menjadi subjek pembangunan.

TEKNO
Gunakan Jasa One Smart Services, Kemacetan di BSD City Bakal Terurai 

Gunakan Jasa One Smart Services, Kemacetan di BSD City Bakal Terurai 

Kamis, 17 Oktober 2019 | 07:00

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land menjanjikan kemacetan yang terjadi di wilayah BSD City bakal terurai. Sebab kini Sinarmas Land telah menggunakan jasa OneSmartServices guna mewujudkan

NASIONAL
Pengalaman Atasi Konflik, M Nazar Masuk Radar Menteri Sosial

Pengalaman Atasi Konflik, M Nazar Masuk Radar Menteri Sosial

Senin, 21 Oktober 2019 | 10:31

TANGERANGNEWS.com-Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menginginkan agar kedepan pemerintahannya, termasuk kementerian-kementerian di bawahnya, harus mampu mengatasi persoalan-persoalan klasik yang monoton tanpa solusi dan hasil.

"Cobaan, kekalahan dan kegagalan tidak akan menjadi sesuatu yang buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya."

Donny Dhirgantoro