Connect With Us

DPRD Kritisi Pelebaran Jalan Pemda Tigaraksa

Maya Sahurina | Kamis, 9 Agustus 2018 | 18:01

Tampak aktivitas proyek pelebaran jalan raya Pemda Tigaraksa. (TangerangNews.com/2018 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi menyoroti soal pelebaran jalan raya Pemda Tigaraksa. Pasalnya, pelaksana proyek tersebut dituding tidak mengindahkan keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, semestinya pekerjaan pelebaran jalan itu mengutamakan keselamatan pengendara, karena dijalur tersebut dilalui padat kendaraan. Terlebih rombongan atlet dan official cabang olahraga (cabor) modern Pentathlon Asian Games 2018 akan melintas dijalan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi.

"Sangat bisa terjadi kecelakaan lalulintas, karena pengguna jalan agak terganggu (aktivitas proyek)," ujarnya kepada TangerangNews.com, Kamis (9/8/2018).

Ia juga merasa pesimis jika pekerjaan tersebut akan selesai sebelum perhelatan Asian Games dimulai, karenanya ia meminta pihak penyelenggara proyek untuk memperhatikan estetika lingkungan serta memgutamakan keselamatan pengguna jalan.

"Proses pelebaran jalan ini harus memperhatikan estetika lingkungan dan keselamatan pengendara. Karena kita ketahui, perilaku pengguna jalan dikita masih belum disiplin," imbuhnya.

Pantauan TangerangNews.com, di area aktivitas proyek pelebaran jalan itu terpampang pengumuman sedang dilakukan aktivitas proyek. Namun, pada bagian area yang sedang dilakukan pengerukan dan pengerasan tanah dengan menggunakan batu, tidak terpasang pengaman bagi pengendara yang melintas.

Memang pada satu titik yang telah dilakukan pengerasan tanah terpasang pengaman, namun masih ala kadarnya, sehingga tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Diketahui, Penjabat Bupati Tangerang Komarudin memberikan dua opsi kepada pelaksana proyek pelebaran jalan tersebut mengingat perhelatan Asian Games tak lama lagi akan digelar.

"Kami berikan dua opsi, menghentikan sementara kegiatan atau menutup area tersebut dengan papan yang dilengkapi dengan spanduk Asian Games," ujarnya saat berdiskusi dengan PWI Kabupaten Tangerang, Rabu (8/8/2018).(RMI/HRU)

PROPERTI
Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Hadir Hunian Modern Dekat Kawasan Industri Serang, Cicilan Mulai Rp700 Ribuan per Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 | 16:24

Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Mengenal Endoskopi, Cara Dokter Mendeteksi Penyakit Saluran Cerna Secara Akurat

Mengenal Endoskopi, Cara Dokter Mendeteksi Penyakit Saluran Cerna Secara Akurat

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:18

Gangguan pencernaan sering kali diawali dengan keluhan yang tampak sederhana, seperti nyeri ulu hati, mual, perut kembung, atau rasa tidak nyaman setelah makan.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill