Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa mengenaskan dialami Ahmad Rosadi. Ustaz berusia 32 tahun ini dibacok oleh saudaranya sendiri saat mengajar ngaji kepada para santrinya.
Insiden tersebut berlangsung di Majelis Taklim Pondok Pesantren Darul Itida Assalapi, Kampung Suka Damai, RT 05/07, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/9/2018) malam.
Kasat Reskrim Polrestro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi menjelaskan, kala itu datang seorang pelaku bernama Ardad, 27, ke Pondok Pesantren.
Kedatangan pelaku ini membuat suasana Majelis Taklim gaduh. Pelaku tanpa basa-basi menyerang korban dengan senjata tajam jenis golok.
"Korban saat itu sedang mengajar ngaji. Tiba - tiba pelaku datang dan langsung membacoknya mengenai kepala bagian belakang," jelasnya, Kamis (6/9/2018).
Akibat insiden tersebut sang Ustaz pun mengalami luka parah di kepalanya. Para santri di lokasi sempat melerai aksi pelaku.
"Para santri mencoba menangkap pelaku dan mengamankan sebilah golok yang dibawanya," ucapnya.
Ustaz yang mengalami pendarahan hebat pun langsung dilarikan ke RS Mitra Husada. Namun kemudian dirujuk ke RSUD Tangerang guna mendapatkan pengobatan intensif.
"Warga membawa pelaku ke kantor polisi. Kami langsung melakukan pemeriksaan," kata Deddy.
Polisi langsung menginterogasi pelaku. Alhasil, antara pelaku dengan korban memiliki hubungan keluarga.
"Mereka saudaraan. Hubungannya sepupu," imbuhnya.(RAZ/RGI)
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGWakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menanggapi gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi terkait penggunaan anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk program makan bergizi gratis (MBG).
Krisis sampah di Tangsel bukan sekadar soal lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang penuh atau truk yang rusak. Masalah sebenarnya adalah kegagalan sistemik dalam menutup siklus konsumsi yang didorong oleh gaya hidup urban yang masif.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews