Connect With Us

Tolak CPNS Jalur Umum, Ribuan Honorer Tangerang Besok Geruduk Kantor Gubernur Banten

Maya Sahurina | Senin, 17 September 2018 | 20:07

Diskusi honorer K2 di Kabupaten Tangerang jelang aksi demonstrasi ke kantor Gubernur Banten, Senin (17/9/2018). (TangerangNews.com/2018 / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Ribuan pegawai honorer di Kabupaten Tangerang besok akan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Gubernur Banten di Kota Serang, Banten. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang membuka lowongan CPNS melalui jalur umum.

Dikatakan Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang Nuryanah, ribuan pegawai honorer itu adalah mereka yang pada medio November 2013 tidak lolos seleksi CPNS, kemudian menamakan diri honorer kategori 2 (K2). 

Dalam perjalanan perjuangan aspirasinya di tahun 2015, terang Nuryanah, pemerintah pusat pernah menjanjikan akan mengangkat mereka menjadi PNS pada 2018. Namun justru kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adalah rekrutmen CPNS jalur umum.

"Janji pemerintah semua honorer K2 akan diselesaikan (diangkat jadi PNS) di tahun 2018, sehingga kami menolak CPNS jalur umum," ungkapnya.

Masih kata dia, salah satu tuntutan aksi itu dikembalikannya kewenangan pengangkatan PNS oleh pemerintah daerah, karena sejak berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 2005, kewenangan itu ditarik ke pemerintah pusat.

"Karena daerah mampu untuk mengangkat berapapun honorer kategori 2 untuk dipekerjakan (jadi PNS) di daerah masing-masing. Apalagi jutaan guru tahun 2018 ini banyak yang pensiun. Sehingga dimana-mana kekurangan PNS," bebernya.

Nuryanah pun mendesak, pemerintah memperioritaskan mengangkat honorer K2 dan non kategori menjadi PNS sebelum membuka lowongan untuk umum.

"Selesaikan dulu honorer K2, kemudian non kategori, baru jalur umum," imbuhnya.

Kekecewaan atas rekrutmen CPNS jalur umum juga diungkapkan Rusli, guru honorer kategori 2 yang telah mengabdi selama 15 tahun. Sebagai orang yang telah mengabdi belasan tahun dan telah memasuki usia 48 tahun, dirinya mengaku merasa tidak dihargai oleh pemerintah.

"Dengan pengabdian itu kita sebagai pendidik benar-benar berharap (diangkat jadi PNS). Namun dalam harapan itu akhirnya seperti ini, dari pihak pemerintah tidak punya kebijakan ke kita," keluhnya.

CPNS Jalur umum juga dinilainya kebijakan tidak tepat, karena semestinya pemerintah memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada honorer K2.

"Permintaan kami kecil tidak muluk-muluk, tolong lihat pengabdian kami, kami demo untuk menuntut hak kami," tandasnya.(RMI/HRU)

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

WISATA
BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59

Destinasi wisata peternakan pertama dan satu-satunya di kawasan BSD City bernama bernama Dairyland at Hiera BSD segera hadir untuk memenuhi kebutuhan bermain keluarga modern di Jabodetabek.

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

SPORT
Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026 dari 12-28 Juni, Catat Tanggalnya!

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026 dari 12-28 Juni, Catat Tanggalnya!

Jumat, 12 Juni 2026 | 04:49

Piala Dunia 2026 akan segera bergulir mulai 12 Juni 2026. Turnamen yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill