RTRW Tangsel Disahkan, DPRD Wanti-wanti Banjir dan Masalah Lingkungan Kian Mendesak
Rabu, 6 Mei 2026 | 19:35
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2026–2045
TANGERANGNEWS.com-KPU Kabupaten Tangerang telah mengetok palu 695 calon anggota legislatif (Caleg) akan berkontestasi di Pemilu 2019. Hal itu terungkap dalam rapat pleno penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) yang dihelat di salah satu rumah makan di Talaga Bestari, Cikupa, Kamis (20/9/2018).
Ketua KPU Kabupaten Tangerang Muhamad Ali Zaenal Abidin mengatakan, sebelum ditetapkan menjadi DCT, pihaknya telah mengumumkan 695 nama tersebut dalam daftar caleg sementara (DCS) dan menunggu masukan serta tanggapan dari masyarakat.
Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan, ternyata tidak ada tanggapan tersebut.
"Hari ini sudah kita tetapkan sebanyak 695, artinya jumlahnya tetap (sesuai DCS). Tidak ada caleg yang kami coret setelah DCS," ungkapnya.
Saat ditanya awak media terkait caleg bertatus ASN dan kepala desa, Ali membenarkan bahwa dari 695 caleg tersebut ada tiga berstatus anggota TNI, Aparatur Sipil Segara dan Kepala Desa, namun ketiganya sesuai dengan persyaratan telah mengundurkan diri dari status mereka.
"Sesuai dengan amanat PKPU Nomor 20 tahun 2018, itu semua sudah dilengkapi oleh tiga caleg itu," jelasnya.
Selanjutnya, 695 caleg dari 16 partai politik di Kabupaten Tangerang itu akan bertarung memperebutkan suara pemilih di 6 daerah pemilihan untuk memperebutkan 50 kursi di DPRD Kabupaten Tangerang.(RMI/HRU)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2026–2045
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan layanan gratis bagi pelajar untuk menggunakan Bus Tayo dan Si Benteng masih berlaku sampai saat ini.
Praktik fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini masih banyak ditemukan dalam berbagai urusan administrasi. Padahal, pemerintah menilai penggunaan fotokopi identitas tersebut sudah tidak lagi relevan di era digital.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews