Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TANGERANGNEWS.com-Hendak menghindari sepeda motor, sebuah truk bernopol A-9617-PB terguling di Jalan Raya Serang Km 22, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kamis (11/10/2018) dini hari. Kecelakaan tersebut pun menyebabkan lalu lintas di lokasi tersendat, lantaran posisi truk melintang di tengah jalan dan muatan pasir yang dibawanya tumpah.

Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Tangerang Iptu Krisna Aji Pangestu saat dikonfirmasi TangerangNews.com membeberkan, truk naas yang dikemudikan Sarhani, 48, itu tengah melaju dari arah Balaraja menuju arah Cikupa.
Saat melintas di lokasi, sang sopir terpaksa banting setir demi menghindari menabrak sebuah sepeda motor. Namun, akhirnya truk yang bermuatan berat itu oleng dan terguling ke kanan jalan.
“Truk menghindari sepeda motor yang searah, kemudian oleng dam hilang kendali, lalu terguling ke kanan,” kata Krisna.
Truk yang melintang di tengah jalan sejak pukul 03.30 WIB tersebut, membuat lalu lintas macet di pagi hari. Apalagi evakuasi dilakukan saat jam sibuk.
Namun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas tersebut. Sementara kerugian ditaksir hingga jutaan rupiah. “Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil sekitar Rp7 juta. Proses evakuasi sudah dilakukan dan selesai sekitar pukul 08.00 WIB,” tambahnya.(RAZ/HRU)
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TODAY TAGKawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini punya ikon baru. Alun-alun Pondok Ranji bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah keluarga.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews