Connect With Us

Najwa Shihab Motivasi Masyarakat Tangerang untuk Gemar Membaca

Maya Sahurina | Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:00

| Dibaca : 328

Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia saat hadir dalam pembukaan Jambore Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tangerang ke-4 di lingkup Kantor Perpusda, Puspemkab Tangerang di Tigaraksa, Kamis (11/10/2018). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Duta Baca Indonesia Najwa Shihab hadir dalam pembukaan Jambore Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tangerang ke-4 di lingkup Kantor Perpusda, Puspemkab Tangerang di Tigaraksa, Kamis (11/10/2018).

Kehadiran sosok yang akrab disapa Nana itu membuat histeris ratusan peserta yang hadir. Terdengar teriakan histeris saat ia yang didampingi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, pegiat literasi Kang Maman Suherman, Daus mini serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Tangerang Yusrizal memasuki area panggung yang berdiri di lokasi Perpusda tersebut.

Nana pun menyapa peserta yang mengenalnya sebagai presenter sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta.

Kehadiran Nana diacara tersebut sebagai salah satu narasumber talkshow seputar dunia literasi. Ia membeberkan bahwa kegemaran dan kecintaannya terhadap buku adalah salah satu yang mengantarkannya hingga tahap pencapaian saat ini.

Puteri kedua Quraish Shihab itu pun mengatakan, tugas mencerdaskan bangsa bukan hanya tugas institusi tertentu, namun menjadi tanggung jawab semua kalangan, terlebih orang tua yang dalam kesehariannya dekat dengan anak.

Ia menegaskan, ada dua hal yang berbeda antara bisa membaca dengan suka membaca. Hal itu dikatakannya menyoroti soal rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tangerang.

Padahal menurutnya, skor tes membaca pada anak-anak usia dini, hasilnya bagus. Namun, justru saat sudah masuk usia sekolah, minat baca itu menurun.

"Ketika anak sudah bisa membaca, dalam hal ini mengeja, kerap orang tua merasa tugasnya sudah selesai. Sehingga dana untuk membeli buku berkurang diganti untuk membeli mainan," jelasnya.

Mengatasi fenomena ini, lanjut Nana, kembali kepada keluarga, karena keluarga sebagai pondasi utama penjaga minat baca anak. Ia pun pun merasa bersyukur karena tumbuh di lingkungan keluarga yang mendukung dan terus mendorong minat baca anak-anaknya.

"Saya bersyukur ada di lingkungan keluarga, disekitar rumah ada buku, keluar rumah pun mencari buku," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Nana, keluarga menjadi kunci untuk meningkatkan minat baca anak, sehingga skor rendah atas minat baca masyarakat Indonesia saat ini, bisa didobrak dengan dukungan orang tua terhadap anak-anaknya.

"Keluarga menjadi contoh agar anak-anak kita mau banyak membaca," tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.(MRI/RGI)

TOKOH
Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Senin, 3 September 2018 | 15:22

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data.

SPORT
71 Atlet Menembak Bersaing Rebut Empat Emas di Porprov Banten

71 Atlet Menembak Bersaing Rebut Empat Emas di Porprov Banten

Senin, 15 Oktober 2018 | 19:03

TANGERANGNEWS.com-71 atlet menembak pada perhelatan olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-5 pada cabang olah raga (cabor) menembak akan

BANDARA
Asian Para Games 2018 Berakhir, 1.600 Atlet Padati Bandara Soekarno-Hatta

Asian Para Games 2018 Berakhir, 1.600 Atlet Padati Bandara Soekarno-Hatta

Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Perhelatan Asian Para Games 2018 secara resmi ditutup. Kontingen mulai kembali ke negaranya masing-masing melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

OPINI
Menciptakan Pencipta Hoax yang Adil dan Beradab

Menciptakan Pencipta Hoax yang Adil dan Beradab

Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:34

TANGERANGNEWS.com-Menyimak pemberitaan media baru-baru ini yang tengah ramai menyoroti sosok Ratna Sarumpaet, seorang mantan aktivis

"Semua orang pernah gagal. Sebagian menyerah, sebagian bangkit kembali. Maka ada pecundang, ada pemenang."

Ken Terate