Connect With Us

Ribuan Data Mencurigakan Muncul di DPT Tangerang

Maya Sahurina | Jumat, 12 Oktober 2018 | 16:00

Ketua KPU Kabupaten Tangerang, Muhamad Ali Zaenal Abidin. (TangerangNews.com/2018 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang tengah melakukan verifikasi data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Pasalnya masih ditemukan ribuan data anomali dari hasil yang sudah ditetapkan.

"Ada 7.632 data anomali. Saat ini sedang diverifikasi," ujar Muhamad Ali Zaenal Abidin kepada TangerangNews.com, Jumat (12/10/2018).

Data tersebut, lanjut Ali, dianggap tidak lazim berdasarkan nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (NKK), tempat tanggal lahir, alamat dan usia di bawah umur atau belum 17 tahun.

"Data anomali itu kita verfikasi faktual untuk mencocokkan dengan kondisi sebenarnya," tambahnya.

Selain data anomali, KPU Kabupaten Tangerang juga melakukan verifikasi faktual dugaan data ganda. Dari data di DPT saat ini, tercatat 11.609 diduga potensi data ganda.

"Itu baru dugaan data ganda, sedang diverifikasi juga. Baru Kecamatan Jayanti yang sudah selesai," imbuhnya.

Verifikasi itu ditarget selesai pada 15 Oktober 2018. Selanjutnya data hasil verfikasi akan dimasukkan ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) Pemilu 2019.(MRI/RGI)

KAB. TANGERANG
Total Ada 29,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen Gegara Banjir

Total Ada 29,5 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Gagal Panen Gegara Banjir

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:20

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat ada sebanyak 29,5 hektare area persawahan di daerahnya yang gagal panen akibat terendam banjir.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill