Connect With Us

Tujuh Warga Penganiaya Jamaah LDII Didakwa 7 Tahun

| Senin, 3 Mei 2010 | 19:55

| Dibaca : 266465

Pengadilan Negeri Tangerang (dens / dira)

TANGERANGNEWS-Sidang perdana kasus penganiayaan terhadap Jamaah ormas islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) oleh tujuh terdakwa warga Panongan digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (3/5). Dalam sidang tersebut, ke tujuh warga didakwa pidana 7 tahun kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Di Pengadilan, sekitar 500 jamaah LDII turut menyaksikan persidangan. Tak hanya itu, terlihat juga ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi pengadilan untuk memberikan dukungan terhadap terdakwa.Ke tujuh terdakwa yang disidang adalah Nurkhojin, Temi, Junaedi, Asirin, Suhadi, Sutrisno dan Ahmad.

Dalam dakwaannya, JPU menilai ketujuh terdakwa melanggar pasal 170 dan 351 KUHP tentang penganiayaan, serta pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan diancam kurungan 7 tahun penjara.JPU Riyadi mejelaskan, ketujuh terdakwa telah melakukan penyerangan terhadap pengajian yang diselenggarakan LDII di Perumahan Graha Pesona, RT 04/10, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, 29 Agustus 2009 lalu.

Akibat penyerangan tersebut, dua jamaah LDII yakni Yayat Supriatna dan Supriadi terluka.“Dua korban terluka akibat dipukuli dengan benda tumpul oleh terdakwa hingga terluka. Tak hanya itu, rumah milik iskandar yang dijadikan tempat pengajian juga hancur berantakan karena ditimpuki batu,” kata Riyadi kepada Ketua Majelis Hakim Imanuel Semibiring.

Atas dakwaan tersebut, para terdakwa merasa keberatan dan berencana mengajukan eksepi melalui kuasa hukumnya pada sidang selanjutnya. Kemudian Majelis Hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang pada 17 Mei depan. “Sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembacaan eksepsi kuasa hukum terdakwa,” ungkap Imanuel.

Sementara ketika dikonfirmasi usai sidang, Ketua FPI Kabupaten Tangerang M Uan menilai kalau peristiwa penyerangan warga terhadap jamaah LDII terjadi karena pengajian yang mereka lakukan itu tertutup dan sangat ekslusif sehingga menimbulkan persepsi negative dari masyarakat. “Seharusnya bila ada pengajian, masyarakat di sekitar harus dilibatkan dan pengajian harus terbuka untuk umum,” paparnya.Sedangkan Koordinator Forum Pemuda Peduli Ukhuwah (FPPU) Santo, yang jamaah LDII membantah tuduhan warga yang menyatakan LDII sebagai teroris hanya karena melakukan pengajian. Menurutnya, pengajian tersebut merupakan aktivitas rutin organisasi.“Kita sangat taat terhadap hukum, pengajian yang kita lakukan juga tidak eksklusif, kalau mau siapa saja boleh ikut. Jadi semua tuduhan itu tidak benar. Untuk itu, kita mau hukum ditegakkan dengan menghukum terdakwa seadil-adilnya,” tegas Susanto.(rangga)

MANCANEGARA
9 Foto Michael Jackson yang memperlihatkan perubahan wajahnya

9 Foto Michael Jackson yang memperlihatkan perubahan wajahnya

Jumat, 22 Mei 2015 | 21:17

Mike selalu mempertahankan citra bahwa dia tidak pernah menjalani operasi plastik. Tapi sulit untuk mengabaikan perubahan drastis dalam bentuk hidungnya, pelebaran matanya, dan distorsi umum mulutnya.

TEKNO
Acer Luncurkan Ponsel 5 Inch Quad Core dengan Harga Rp1 Juta

Acer Luncurkan Ponsel 5 Inch Quad Core dengan Harga Rp1 Juta

Jumat, 22 Mei 2015 | 13:45

Kemarin, Acer Indonesia telah meluncurkan tiga ponsel baru, di mana salah satunya Acer Liquid Z520 yang merupakan ponsel dengan spesifikasi paling tinggi di antara ketiga produk yang diluncurkan.

WISATA
Festival Cisadane Tangerang Pukau Jutaan Mata

Festival Cisadane Tangerang Pukau Jutaan Mata

Senin, 25 Mei 2015 | 09:07

“Saya senang semuanya terlihat antusias dan penuh suka cita dalam menyambut festival ini”, ujar Walikota.

KOTA TANGERANG
Gunakan Sistem Akutansi Baru, Kota Tangerang Raih WTP Lagi

Gunakan Sistem Akutansi Baru, Kota Tangerang Raih WTP Lagi

Kamis, 28 Mei 2015 | 18:33

TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang mendapat apresiasi dari BPK RI Perwakilan Provinsi selain atas keberhasilan Kota Tangerang dalam mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang kedelapan kalinya, BPK RI Perwakilan Provinsi pun mengap

"Jika anda bekerja semata-mata untuk uang, anda tidak akan menjadi kaya kerananya. Tetapi jika anda menyintai pekerjaan yang anda lakukan itu, kejayaan akan menjadi milik anda"

Ray Kroc (Pengasas McDonalds)