Connect With Us

Tujuh Warga Penganiaya Jamaah LDII Didakwa 7 Tahun

| Senin, 3 Mei 2010 | 19:55

| Dibaca : 266739

Pengadilan Negeri Tangerang (dens / dira)

TANGERANGNEWS-Sidang perdana kasus penganiayaan terhadap Jamaah ormas islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) oleh tujuh terdakwa warga Panongan digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (3/5). Dalam sidang tersebut, ke tujuh warga didakwa pidana 7 tahun kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Di Pengadilan, sekitar 500 jamaah LDII turut menyaksikan persidangan. Tak hanya itu, terlihat juga ratusan massa dari Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi pengadilan untuk memberikan dukungan terhadap terdakwa.Ke tujuh terdakwa yang disidang adalah Nurkhojin, Temi, Junaedi, Asirin, Suhadi, Sutrisno dan Ahmad.

Dalam dakwaannya, JPU menilai ketujuh terdakwa melanggar pasal 170 dan 351 KUHP tentang penganiayaan, serta pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan diancam kurungan 7 tahun penjara.JPU Riyadi mejelaskan, ketujuh terdakwa telah melakukan penyerangan terhadap pengajian yang diselenggarakan LDII di Perumahan Graha Pesona, RT 04/10, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, 29 Agustus 2009 lalu.

Akibat penyerangan tersebut, dua jamaah LDII yakni Yayat Supriatna dan Supriadi terluka.“Dua korban terluka akibat dipukuli dengan benda tumpul oleh terdakwa hingga terluka. Tak hanya itu, rumah milik iskandar yang dijadikan tempat pengajian juga hancur berantakan karena ditimpuki batu,” kata Riyadi kepada Ketua Majelis Hakim Imanuel Semibiring.

Atas dakwaan tersebut, para terdakwa merasa keberatan dan berencana mengajukan eksepi melalui kuasa hukumnya pada sidang selanjutnya. Kemudian Majelis Hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang pada 17 Mei depan. “Sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembacaan eksepsi kuasa hukum terdakwa,” ungkap Imanuel.

Sementara ketika dikonfirmasi usai sidang, Ketua FPI Kabupaten Tangerang M Uan menilai kalau peristiwa penyerangan warga terhadap jamaah LDII terjadi karena pengajian yang mereka lakukan itu tertutup dan sangat ekslusif sehingga menimbulkan persepsi negative dari masyarakat. “Seharusnya bila ada pengajian, masyarakat di sekitar harus dilibatkan dan pengajian harus terbuka untuk umum,” paparnya.Sedangkan Koordinator Forum Pemuda Peduli Ukhuwah (FPPU) Santo, yang jamaah LDII membantah tuduhan warga yang menyatakan LDII sebagai teroris hanya karena melakukan pengajian. Menurutnya, pengajian tersebut merupakan aktivitas rutin organisasi.“Kita sangat taat terhadap hukum, pengajian yang kita lakukan juga tidak eksklusif, kalau mau siapa saja boleh ikut. Jadi semua tuduhan itu tidak benar. Untuk itu, kita mau hukum ditegakkan dengan menghukum terdakwa seadil-adilnya,” tegas Susanto.(rangga)

MANCANEGARA
Bayi Berkepala Dua Lahir Ditengah Perang Suriah

Bayi Berkepala Dua Lahir Ditengah Perang Suriah

Minggu, 14 Agustus 2016 | 12:50

TANGERANGNews.com–Di zona perang Suriah, Douma, lahirlah si kecil, bayi berkepala dua. Tepat pada Juli lalu, seorang ibu melahirkan kembar siam itu, di daerah pertempuran paling sengit.

KOTA TANGERANG
Menang Gugatan, Pemkot Tangerang Bongkar Rumah di Ciledug

Menang Gugatan, Pemkot Tangerang Bongkar Rumah di Ciledug

Kamis, 25 Agustus 2016 | 18:00

TANGERANGNews.com-Pemerintah kota (Pemkot) menertibkan tiga unit bangunan rumah dan tempat usaha yang ada di Kelurahan Peninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (25/8/16). Penertiban bangunan seluas 1.300 meter persegi itu dilakukan karena b

PROPERTI
Sinar Mas Land Gandeng KOP Properties PTE LTD Kembangkan Nuvasa Bay Batam

Sinar Mas Land Gandeng KOP Properties PTE LTD Kembangkan Nuvasa Bay Batam

Senin, 1 Agustus 2016 | 19:00

TANGERANGNews.com-Sinar Mas Land menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan KOP Properties Pte Ltd (anak perusahaan dari KOP Limited) untuk mengembangkan “NUVASA BAY”, proyek hunian kelas atas dan Mixed Use terbaru bertaraf internasional di N

BISNIS
Indah Kiat Tangerang Fasilitasi Pelajar Mengenal Pembuatan Kertas

Indah Kiat Tangerang Fasilitasi Pelajar Mengenal Pembuatan Kertas

Kamis, 25 Agustus 2016 | 19:00

TANGERANGNews.com- Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui unit industrinya Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang memfasilitasi kunjungan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dari Indonesia Heritage Foundation (IHF) asuhan Ratna Megawangi untuk mempe

"Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir."

W.A. Nance