Connect With Us

Peternakan Ayam di Panongan Bikin Rumah Warga Diserbu Lalat & Bau Kotoran

Muhamad Heru | Kamis, 10 Januari 2019 | 13:00

| Dibaca : 3728

Sekelompok dari warga kampung Boni, Desa Ranca iyuh, kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, melayangkan surat pemberitahuan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, atas ketidaknyamanan dengan keberadaan ternak dilingkungannya. (@TangerangNews / Muhamad Heru)

TANGERANGNEWS.com-Keberadaan peternakan ayam yang letaknya dengan lingkungan warga di RT 05/02, Kampung Parung Boni, Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang dikeluhkan.

Pasalnya peternakan tersebut menimbulkan bau tak sedap serta mendatangkan banyak lalat ke rumah-rumah warga. Hal itu pun membuat aktifitas mereka menjadi tidak nyaman.

Ketika dikonfirmasi di kantornya, Kades Ranca Iyuh Suherman alias Eman Dogong mengatakan, bahwa pihaknya sudah berupaya membicarakan hal tersebut dengan warga.

“Memang semua sudah dibicarakan, warga yang keberatan dengan pemilik peternakan juga masih ada yang bersaudara, jadi saya juga agak sedikit bingung semuanya juga kan warga saya," jelasnya, Kamis (10/1/2019).

Untuk sementara, dirinya telah menganjurkan pemilik peternakan menggubakan obat agar menghilangkan lalat dan bau menyengat sehingga tidak mengganggu warga. Namun  dia belum sempat mengkroscek kembali tempat yang dimaksud.

"Sampai sekarang juga saya belum sempat meninjau kembali tempat itu,” ucapnya.

Hingga kini, kondisi tempat tersebut masih belum berubah, malah sekilas tampak semakin parah. Pasal saat ini jumlah lalat yang berterbangan di lingkungan warga lebih banyak lagi  dibandingkan sebelumnya. Selain itu, bau kotoran ayamnya pun semakin menyengat.

“Kalau bulan kemarin itu kan, pas ayamnya sudah dipanen,  jadi lalat sama baunya juga tidak terlalu. Tapi sekarang ayamnya sudah ada lagi di kandang, ditambah cuacanya lagi begini. Jadi makin parahnya,” ujar seorang perwakilan warga Parung Boni berinisial UP yang ikut melayangkan surat ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang bersama warga lainnya, Selasa (8/1/18) Sore.

Lebih lanjut, UP mengutarakan, mayoritas warga yang resah atas keberadaan peternakan tersebut, memang sudah berupaya semaksimal mungkin menempuh jalur sebagaimana mestinya, namun acap kali selalu saja tidak ada tanggapan yang berarti hingga saat ini. 

"Warga juga kan sudah membicarakan permasalahan ini dari mulai tingkat RT, Karang Taruna, bahkan sampai ke Kelurahan. Tapi belum ada penyelesaian atau solusinya juga sampai sekarang, malah terkesan aduan warga disepelekan, kami masyarakat sudah kelewat resah pak," tegasnya. 

Sementara, salah satu staf DLHK Kabupaten Tangerang yang menerima surat pengaduan warga tersebut, Asep mengatakan, bahwa surat itu akan disampaikan kepada Seksi Pengawasan, Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang kemungkinan besar akan segera di tindak lanjuti.

"Surat ini, nantinya akan disampaikan ke Bu Susan, agar bisa segera di tindak lanjuti," ujarnya. 

Selain itu, warga pun berencana akan mengadukan hal tersebut, kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Aditya Wijaya dari Fraksi Partai Demokrat yang salah satunya membidangi permasalahan terkait Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang.(RAZ/RGI)

HIBURAN
NXL Kembali Gelar Kompetisi ML & PUBG Mobile, Total Hadiah Rp100 Juta

NXL Kembali Gelar Kompetisi ML & PUBG Mobile, Total Hadiah Rp100 Juta

Minggu, 3 Maret 2019 | 07:20

TANGERANGNEWS.com-Tim E-sport profesional NXL kembali menggelar turnamen offline untuk menantang kemampuan para gamer, khususnya di game

TEKNO
Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Panel Surya di Puspitek Serpong

Pertama di Indonesia, BPPT Luncurkan Lab Uji Modul Panel Surya di Puspitek Serpong

Rabu, 9 Januari 2019 | 15:18

TANGERANGNEWS.com-Melalui Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah resmi membuka pelayanan teknis untuk

"Untuk bisa sukses, keinginan Anda untuk sukses harus lebih besar dari pada ketakutan Anda untuk gagal."

Bill Cosby