Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-4 dari 106 pelajar yang diamankan Polresta Tangerang karena kedapatan hendak tawuran dengan membawa senjata tajam masih diamankan di Mapolresta Tangerang.
Alasan petugas masih menahan keempat pelajar itu karena mereka bertindak sebagai orang yang memproduksi sajam sejenis celurit yang akan digunakan dalam tawuran itu.
Diketahui, petugas menyita 15 sajam jenis celurit saat 106 pelajar dari 5 SMK itu diamankan petugas Satlantas di Lampu Merah Tigaraksa, Jalan Raya Serang, Tangerang, Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun, kegarangan mereka saat bergerombol itu tidak tampak saat dipertemukan petugas dengan para orang tuanya. Bahkan, D, satu dari 4 pelajar yang masih ditahan sempat menangis dihadapan Tati, sang ibunda.
Ia menangis seraya memeluk ibunya, kemudian berkali-kali meminta maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Sementara, Tati sendiri merasa kaget ketika mengetahui anaknya itu terlibat dalam rencana tawuran itu. Karena menurutnya, pelajar kelas XII SMK itu sosok yang baik pendiam.
"Saya selalu berpesan ketika mau berangkat sekolah agar ia tidak merokok, menjauhi narkoba, minuman beralkohol dan tidak tawuran," ungkapnya ketika mendampingi anaknya itu di Mapolresta Tangerang, Jumat (22/2/2019).
Tati menduga, keterlibatan anaknya dalam rencana aksi kekerasan pelajar itu karena terpengaruh oleh ajakan teman-temannya. Karena menurutnya, melihat keseharian anaknya, ia tidak mempercayai jika sang anak sampai tega melukai orang lain.
"Saya juga kaget ketika mendapat kabar ia ada dikantor polisi karena mau tawuran. Saya yakin ia hanya diajak teman-temannya," Tati berusaha meyakinkan.
Namun, ia juga berharap anaknya itu kapok dan tidak lagi terhasut oleh ajakan teman-temannya untuk ikut tawuran. Karena ia berharap, kelak putranya itu akan menjadi anak yang dibanggakan oleh dirinya.
“Semoga anak saya diperbolehkan pulang. Cukup ini jadi pelajaran berharga baginya. Saya juga akan lebih ketat mengawasinya," harapnya.
Sementara Waka Polresta Tangerang AKBP Komarudin menyatakan akan tetap melakukan pemeriksaan lebih mendalam kepada empat pelajar itu.
"Kami tidak akan diam bagi pelajar yang meresahkan masyarakat. Empat pelajar yang memproduksi senjata tajam itu akan kami periksa mendalam," tegasnya.
Bahkan, jika terbukti, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan keempatnya disangkakan dengan UU Darurat dan UU Perdagangan karena tidak mengatongi izin produksi.
Ia juga mengimbau, masyarakat untuk segera melapor kepada pihak kepolisian jika mendapatkan pelajar yang terindikasi akan melakukan tawuran.
"Kami akan perketat patroli di jam sekolah," tukasnya.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews