Connect With Us

Kementan Dirikan Politeknik Internasional di Pagedangan

Rachman Deniansyah | Selasa, 5 Maret 2019 | 16:17

| Dibaca : 922

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar kegiatan sosialisasi dan visitasi PEPI di Balai Besar Pengembatangan Mekanisme Pertanian (BBP Mektan), Jalan Sinarmas Boulevard, Pagedangan, Selasa (5/3/2019). (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) akan mendirikan Pendidikan Tinggi bertaraf internasional berupa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). 

Rencana tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono saat menggelar kegiatan sosialisasi dan visitasi

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono.

PEPI di Balai Besar Pengembatangan Mekanisme Pertanian (BBP Mektan), Jalan Sinarmas Boulevard, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (5/3/2019).

Momon mengatakan bahwa pendidikan tinggi ini merupakan salah satu yang dicanangkan oleh Presiden yang bertujuan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Presiden mencanangkan dua komponen, bahwa salah satu strategi untuk membangun SDM, pertama adalah melalui pelatihan berbasis kompetensi bagi calon tenaga kerja dan pekerja di berbagai sektor, seperti pelatihan, magang, bimbingan teknis, dan lainnya. Kedua, yakni melalui revitalisasi pendidikan vokasi diberbagai bidang," jelas Momon. 

Oleh karenanya, untuk memenuhi hal itu, semua kementerian diwajibkan untuk menumbuh kembangkan pendidikan vokasi.

"Sehingga kami Kementerian berorientasi pada pendidikan tinggi vokasi. Nah bapak menteri mencanangkan bahwa Kementerian Pertanian akan mendirikan 10 pendidikan tinggi berbasis vokasi yang kami namakan dengan Politeknik Pertanian," ungkapnya. 

Dari 10 pendidikan tinggi yang dicanangkan, kata dia, salah satunya akan didirikan di tanah seluas 4 hektar pada wilayah Kabupaten Tangerang ini. 

"Dan Alhamdulillah, Enam politeknik dengan nama Politeknik Pembangunan Pertanian sudah selesai. Diantaranya, di Jawa Barat, Medan, Jogja-Magelang, Malang, Goa, dan Manokwari," ujar Momon.

Sisanya, lanjutnya, masih dalam tahap persetujuan dan menunggu sosialisasi serta visitasi, seperti yang dilakukan pada Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). 

PEPI ini kemudian akan menjadi Pendidikan Tinggi berskala internasional, setidaknya dengan tiga program studi (prodi) yang akan disinergiskan ke Kementerian Luar Negeri untuk menghadirkan mahasiswa dari beberapa negara terdekat. 

Politeknik Pembangunan Pertanian.

"Nanti akan ada prodi Teknologi Mekanisme Pertanian untuk program D-III, prodi Tata Air Pertanian untuk Program D-III, dan prodi Teknologi Hasil Pertanian untuk program D-III," bebernya. 

Sementara, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa visitasi ini merupakan hal yang penting  mengingat, kata dia, dengan adanya revolusi industri 4.0, diharapkan PEPI dapat mencetak tenaga kerja yang ahli dalam mengoperasikan teknologi pertanian yang telah ada.

"Kita berharap bahwa adanya mahasiswa yang terampil mengoperasikan dan mengetahui seluk beluk teknologi pertanian yang sangat canggih. Sehingga selain bermanfaat bagi pertanian, mereka juga dapat memeliharanya," ungkap Idha.(RMI/HRU)

BISNIS
Jadi Startup Cukur Rambut Online, DKapster Berpotensi Sukses

Jadi Startup Cukur Rambut Online, DKapster Berpotensi Sukses

Minggu, 18 Agustus 2019 | 10:00

TANGERANGNEWS.com—Industri berbasis digital terus tumbuh seiring laju industri 4.0. Beragam inovasi muncul untuk memudahkan konsumen mendapatkan layanan tertentu.

NASIONAL
WASI Pecahkan Rekor Dunia, Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

WASI Pecahkan Rekor Dunia, Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut

Minggu, 18 Agustus 2019 | 11:24

TANGERANGNEWS.com-Wanita Selam Indonesia (WASI) memecahkan rekor dunia dengan pengibaran bendera Merah Putih seluas 1.014 meter persegi di dasar Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di kawasan Megamas.

MANCANEGARA
Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Selasa, 26 Maret 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Ulama kharsimatik, Fethullah Gulen menilai demokrasi di Turki telah dirusak Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun Fethullah Gulen percaya kondisi itu tak akan berlangsung lama.

"Kita mungkin akan kecewa jika gagal, tapi kita telah gagal bila kita tidak mencoba."

Eleanor Roosevelt