Connect With Us

Pose Dua Jari, Pria Ini 'Disemprot' Kapolresta Tangerang

Maya Sahurina | Minggu, 17 Maret 2019 | 15:40

Tampak Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di panggung acara memberikan wejangan kepada salah satu peserta yang berfoto bersama dengannya dikarenakan sambil menunjukkan dukungan politik terhadap salah satu calon Presiden. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif dibuat berang oleh ulah salah satu peserta Millenial Safety Road Festival yang digelar di Mardigrass, Citra Raya, Minggu (17/3/2019).

Pemicunya karena ada salah satu peserta berfoto bersama dengan Sabilul sambi menunjukkan pose dua jari yang merupakan simbol dukungan politik terhadap calon presiden nomor urut dua.

Merasa tidak terima oleh ulah pria tersebut, Sabilul pun kemudian memerintahkan personelnya untuk memeriksa yang bersangkutan, lalu menghapus foto tersebut karena khawatir disebarkan melalui media sosial.

Kekhawatiran itu ditegaskannya karena ia adalah aparat penegak hukum yang harus bersikap netral dalam perhelatan Pemilu. Karenanya, tindakan pria tersebut akan berpotensi merusak citra baik dirinya maupun institusi Polri di mata publik.

Kemudian, saat Sabilul memberikan sambutan dalam kegiatan itu, pria tersebut pun dipanggil olehnya ke atas panggung. Dihadapan peserta, pria itu pun mengakui bahwa dirinya berpose dua jari.

"Saya berfoto sama pak Alif dua kali jepretan. Pertama pose biasa, yang kedua pose jempol dan telunjuk," ujar pria tersebut.

Menanggapi pernyataan pria yang tidak disebutkan identitasnya tersebut, Sabilul kemudian bertanya kepada yang bersangkutan untuk mmemastikan bahwa dia seorang relawan.

"Betul tidak relawan?," tanya Sabilul kepada pria tersbut.

"Saya hanya tergabung di grup relawan, tapi tidak pernah kopi darat langsung," jawab pria itu.

Atas kejadian tersebut, Sabilul pun menegaskan bahwa kegiatan Millenila Safety Road Festival itu harus terbebas dari muatan politik, karena ini kegiatan institusi Polri untuk mengajak masyarakat terutama kaum milenial disiplin berlalu lintas.

"Saya maafkan dan saya anggap masalah dengan pribadi saya selesai. Saya adalah aparat hukum yang dituntut betul-betul netral. Kalau saya diajak berfoto itu menandakan salah satu paslon, itu sangat berbahaya. Anda sudah menjatuhkan saya, karier saya, institusi dan organisasi saya," tegasnya.

Setelah mendapatkan kata maaf dari Sabilul, peserta tersebut itu pun kemudian turun dari panggung. Sabilul pun meminta, foto pose dua jari di ponsel pintar pria tersebut benar-benar sudah terhapus.(RAZ/HRU)

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

HIBURAN
Siap-siap! Tangerang Culinary Day 2026 Hadirkan Jajanan Khas hingga Konser Musik Gratis

Siap-siap! Tangerang Culinary Day 2026 Hadirkan Jajanan Khas hingga Konser Musik Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:10

Pecinta kuliner di Tangerang dan sekitarnya bersiaplah. Ajang tahunan Tangerang Culinary Day 2026 akan kembali menyapa masyarakat pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill