Connect With Us

Ternyata Ini Jurus Pasar Kelapa Dua Raih Penghargaan Terbaik se-Indonesia

Maya Sahurina | Senin, 18 Maret 2019 | 19:00

Kepala Pasar Kelapa Dua, Nicky Mahardika (berbaju hitam) bersama Pengawas Umum dan Humas PT PT Bangun Prima Binasarana, Yaman Suryaman (berbaju putih) di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Pasar Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua yang dikelola PT Bangun Prima Binasarana bersama PD Pasar Niaga Kerta Rahardja (NKR), menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam pelayanan terhadap pengunjung dan pedagang.

Hal ini menjadi salah satu dasar keberhasilan pasar ini dalam meraih penghargaan kategori pengelolaan pasar terbaik se-Indonesia dari Presiden RI beberapa waktu lalu.

Kepala Pasar Kelapa Dua, Nicky Mahardika mengatakan, dalam pengelolaan PT Bangun Prima Binasarana bekerjasama PD Pasar NKR sejak dibangun tahun 2011. Hingga kini PD Pasar sudah memperpanjang kerjasama dengan PT tersebut sebanyak 2 kali, hingga 2020 mendatang. 

“Kami menerapkan SNI dalam pelayanan di pasar ini. Ada sekitar 3.000 kendaraan pengunjung dan pedagang yang hilir mudik ke pasar ini. Diharapkan mereka nyaman saat berada di pasar,” kata Nicky saat kunjungan Dewan Pengawas PD Pasar NKR di Pasar Kelapa Dua, Minggu (17/3/2019).

Menurutnya, dengan menerapkan konsep SNI maka sarana dan prasarana untuk menunjang kenyamanan bagi pengunjung maupun pedagang sangat diperhatikan. 

“Seperti saat ini kami sedang melakukan perbaikan jalan yang rusak, ini demi kenyamanan pengunjung dan pedagang,” terangnya.

Manajer Pengelolaan PT Bangun Prima Binasarana, Dwi Juliansyah mengatakan, Pasar Kelapa Dua seringkali menjadi kunjungan studi banding bagi daerah lainnya. Menurutnya, keberhasilan dalam pengelolaan pasar ini dilakukan secara bertahap dan bersinergi dengan pemerintah. 

Dikatakannya juga, pelayanan yang baik menjadi dasar bagi keberlangsungan suatu pasar. Apalagi wilayah kelapa dua, banyak dihuni masyarakat kategori ekonomi menengah dan bawah. Saat ini, kata dia, ada 785 unit kios dan los di pasar tersebut.

“Jadi kami membuat sistem agar pengunjung maupun pedagang bisa sama-sama nyaman, seperti pengaturan penjual daging dan sayuran yang terpisah dengan pedagang pakaian. Kemudian keamanan pasar juga diperketat untuk mempersempit tindak kejahatan. Ada koperasi simpan pinjam pedagang. Ada musala yang nyaman. Sampah pun kita terapkan zero, artinya harus diangkut bersih setiap pagi, ada 6 rit armada sampah yang mengangkutnya,” bebernya.

Sementara, Yaman Suryaman, Pengawas Umum dan Humas PT PT Bangun Prima Binasarana menambahkan, di pasar ini juga terpasang running text harga sembako terkini, disamping secara periodik melaporkan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Tangerang.

"Jadi masyarakat bisa mengetahui langsung harga sembako di hari itu. Ini juga untuk menghindari pedagang yang memainkan harga,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pengamen dan pengemis dilarang masuk ke area pasar demi kenyamanan pengunjung. 

“Kami juga intens bekerjasama dengan Dinas terkait, seperti menghadirkan pemeriksaan kesehatan dari Puskemas seminggu sekali. Ada uji tera bagi konsumen yang ingin mengukur ulang belanjaannya. Ada posyandu serta ada ruang bermain bagi anak-anak saat ibunya belanja dan ruang menyusui atau laktasi,” pungkasnya.(MRI/RGI)

NASIONAL
Semarakkan Ramadan, PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya 

Semarakkan Ramadan, PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya 

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:51

Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) kembali menggulirkan program promo penambahan daya listrik bagi pelanggan rumah tangga.

TANGSEL
KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

KPK Geledah Safe House di Ciputat, Sita Koper Isi Rp5,19 Miliar Kasus Suap Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:16

Penyidik KPK menemukan lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp5,19 miliar yang disembunyikan di sebuah rumah aman (safe house) di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill