Connect With Us

Pemilu di Kabupaten Tangerang Dijaga 1.600 Personel Keamanan

Maya Sahurina | Jumat, 22 Maret 2019 | 15:00

Kegiatan Apel Gelar Pasukan Mantab Brata, yang digelar di Lapangan Maulana Yudha Negara, Puspemkab Tangerang di Tigaraksa, Jumat (22/3/2019). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Sekitar 1.600 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan Pemilu di wilayah Kabupaten Tangerang. Jumlah tersebut akan disebar di teritori yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif merinci, pasukan tersebut adalah gabungan Polri sebanyak 1.000 orang dan Sabara 100 orang. Ditambah BKO dari TNI 300 orang, yang dibagi dalam 3 zona, dimana tiap zona terdapat 100 orang.

"Zona TNI ini akan kita fokuskan di Kecamatan yang menurut kita perlu mendapat perhatian. Selain itu ada juga Satpol PP dan Dinas Perhubungan masing-masing 100 personel," jelasnya saat Apel Gelar Pasukan Mantab Brata, di Lapangan Maulana Yudha Negara, Puspemkab Tangerang di Tigaraksa, Jumat (22/3/2019).

Dijelaskan Sabilul, jumlah Linmas untuk pengamanan TPS sekitar 18.020 orang lebih. Jumlah tersebut sepadan dengan 9.010 TPS yang tersebar di 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Dengan jumlah TPS sebanyak itu, tentu kita harus mengantisipasi kerawanan. Sehingga, manajemen pengamanan bersama dengan stakeholder lainnya betul-betul kita atur. Pengamanan ini  kita manage sampai ke level TPS," paparnya.

Ditambahkan Sabilul, pihaknya juga akan menggelar razia gabungan jelang Pemilu, guna mengantisipasi adanya tindakan sabotase di wilayah hukum Polresta Tangerang.

Dijelaskannya, razia ini selain untuk menciptakan kondisi yang aman saat menjelang Pilpres dan Pileg 2019,  juga meminimalisir tindak kejahatan.

"Satu minggu sebelum pencoblosan, kita akan razia gabungan di pintu masuk Kabupaten Tangerang selama 1x24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi adanya sabotase, teror dan kejahatan lainnya. Sasarnnya senjata tajam, senpi bahan peledak, alat-alat digunakan untuk teror lainnya." bebernya.

Diketahui, dari 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, wilayah hukum Polresta Tangerang meliputi 19 Kecamatan, yakni Kecamatan Panongan, Cikupa, Tigaraksa, Solear, Cisoka, Jayanti, Balaraja, Sukamulya, Kresek, Kronjo, Kemiri, Mauk, Sukadiri, Rajeg, Pasar Kemis, Sindang Jaya, Jambe, Mekar Baru dan Kecamatan Gunung Kaler.

Sementara, 10 Kecamatan lainnya masuk ke wilayah hukum Polres Tangsel, yaitu Kelapa Dua, Curug, Cisauk, Pagedangan, Legok,  dan Polres Metro Tangerang meliputi Teluknaga, Pakuhaji, Kosambi, Sepatan, Sepatan Timur.(RAZ/RGI)

TANGSEL
7 Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Tangerang

7 Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Tangerang

Rabu, 22 Juli 2026 | 17:58

Pihak kepolisian telah menetapkan sebanyak 7 tersangka yang diduga terlibat dalam pengeroyokan seorang anggota TNI Angkaran Darat (AD) hingga tewas di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, tepatnya depan Cluster Turqois, Desa Curug Sangereng, Kelapa Dua

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill