Connect With Us

ITMI Dorong Pemuda Ciptakan Usaha Berbasis Digital

Maya Sahurina | Sabtu, 30 Maret 2019 | 18:40

| Dibaca : 678

Dewan Pengurus Pusat Intelektual Muda Indonesia (DPP ITMI) menggelar Kegiatan Seminar kewirausahaan di Kampus STIE ISM di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/3/2019). (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Era ekonomi digital dinilai Dewan Pengurus Pusat Intelektual Muda Indonesia (DPP ITMI) sebagai peluang untuk meningkatkan potensi pemuda, salah satu yang digaungkan adalah memanfaatkan platform media digital untuk berwirausaha.

Hal itu mengemuka dalam seminar yang digelar DPP ITMI di Kampus STIE ISM di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/3/2019).

Seminar bertajuk kewirausahaan yang dikolaborasikan dengan pelatihan jurnalistik dikatakan Gusti Fairuz Triyana, Ketua Umum DPP ITMI, bertujuan untuk membuka wawasan pemuda terkait peluang serta tantangan menjadi enterpreneur di era ketika dunia maya menjadi salah satu lokus market.

"Seminar Kewirausahaan dan Jurnalistik ini bertujuan untuk memanfaatkan era digital saat ini menjadi peluang bisnis. Potensi pemuda harus dibentuk agar tidak berpikir setelah melaksanakan pendidikan mencari kerja tetapi bagaimana caranya membuka lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Dewan Pengurus Pusat Intelektual Muda Indonesia (DPP ITMI) menggelar Kegiatan Seminar kewirausahaan di Kampus STIE ISM di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/3/2019).

Kata Gusti, globalisasi ekonomi sebenarnya menjadi kesempatan, namun ketika kaum muda tidak kreatif dan inovatif menciptakan produk, maka yang terjadi adalah menjadi target pasar berbagai produk luar negeri. Diakuinya, hal itu yang kini terjadi ketika kemudahan berbelanja memanjakan konsumen di Indonesia, namun sebagian besar produk yang dijual adalah produk impor.

"Salah satu yang kerap menjadi alasan adalah kesulitan memasarkan produk. Nah, di seminar ini, kita berikan bekal bagaimana memasarkan produk melalui _platform_ digital," tambahnya.

Ditambahkan Presiden Mahasiswa (Presma) STIE ISM Inggrid Cahyaning Tyas, mahasiswa harus membekali diri dengan beragam pengetahuan terkait ekonomi digital. Karena, kata dia, sejak revolusi industri 4.0 berlangsung, perubahan perilaku ekonomi di masyarakat pun terjadi.

"Salah satunya hadirnya unicorn-unicorn dan para start up. Jika menilik sejarah keberhasilan mereka, segala sesuatunya dimulai sejak di bangku kuliah. Nah, kita pun harus melakukan hal serupa," kata Inggrid.

Sementara, Ketua Pelaksana Kegiatan M. Alfanudin mengatakan, seminar tersebut digagas karena melihat potensi pemuda di Kabupaten Tangerang sangat luar biasa. Ia berharap, Pemkab Tangerang pun memfasilitasi dengan program yang dapat memicu kreatifitas sesuai dengan tantangan kekinian.

"Generasi muda hari ini sangat familiar dengan gadget, namun sebagian besar masih menggunakannya hanya untuk kepentingan yang tidak terlalu produktif. Fakta ini harus dibaca sebagai kebutuhan menciptakan program oleh Pemkab Tangerang, agar kaum muda Tangerang digerakkan potensinya menjadi para star up diberbagai sektor, tak terkecuali sektor industri kreatif," paparnya.

Seminar tersebut diikuti sekitar 300 pemuda dan mahasiswa yang menghadirkan beberapa pembicara berkompeten.(RMI/HRU)

SPORT
Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Suporter Persikota Dukung Rehabilitasi Stadion Benteng di Tengah Pandemi

Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:51

TANGERANGNEWS.com–Benteng Mania, kelompok suporter sepakbola Persikota

WISATA
Menikmati Suasana Asri di Situ Lengkong Tangsel

Menikmati Suasana Asri di Situ Lengkong Tangsel

Sabtu, 13 Juni 2020 | 13:00

TANGERANGNEWS.com-Di tengah hiruk pikuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ternyata terdapat ruang terbuka hijau yang menjadi tempat favorit

HIBURAN
VIDEO : Pria Ini Kaget Lihat Tagihan Makan di Restoran Mewah

VIDEO : Pria Ini Kaget Lihat Tagihan Makan di Restoran Mewah

Minggu, 20 September 2020 | 11:50

TANGERANGNEWS.com-Video yang memperlihatkan seorang pia makan di restoran mewah viral di media sosial. Hal itu karena jumlah tagihan harga makanan yang fantastis, bahkan mengejutkan si pria tersebut

"Kerja sama terjadi bukan karena tak ada konflik, tetapi sebagai sarana untuk mengelola konflik."

Qoute