Connect With Us

15 April, Biaya Calhaj Tangerang Wajib Lunas

Maya Sahurina | Selasa, 9 April 2019 | 19:00

Ilustrasi Naik Haji. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 2.324 calon jemaah haji (Calhaj) 2019 terdaftar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang. Namun dari jumlah tersebut, baru 87 persen yang telah melunasi biaya. Sisanya, calhaj tahap satu diberikan tenggat hingga 15 April.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, Badri Hasun mengatakan, jika sampai tenggat waktu tersebut tidak melunasi, maka calhaj tersebut dianggap gugur.

“Nomor dibawahnya secara otomatis akan naik, karena itu kan sudah diberikan waktu satu bulan untuk pelunasan. Mestinya satu bulan itu sudah harus melunasi," ungkapnya, Selasa (9/4/2019).

Sementara faktor penghambat belum lunasnya biaya tersebut, diduga Badri disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya calhaj tersebut meninggal dunia atau sakit. 

“Keluarga harus menempuh prosedur berupa surat permohonan, tetapi bila tidak maka tahun depan mereka (ahli waris calon peserta ibadah haji) diprioritaskan harus berangkat,” tambahnya.

Terkait besaran biaya haji 2019, Badri mengatakan telah terbit Keputusan Presdien (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440H/2019.

"Keppres Nomor 8 Tahun 2019 ini untuk Kabupaten Tangerang, diatur dalam Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) yaitu sebesar Rp34.987.280,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Maman Saepulloh mengatakan, Keppres BPIH diterbitkan setelah Kementerian Agama dan DPR RI menyepakati besaran biaya haji tahun ini pada 4 Februari 2019 lalu.

“Keppres ini mengatur BPIH untuk jemaah haji reguler dan BPIH untuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD). Setelah Keppres BPIH terbit, maka tahapan selanjutnya adalah pelunasan BPIH, pelunasan tahap pertama akan berlangsung dari 19 Maret – 15 April 2019 dan tahap kedua mulai tanggal 30 April sampai 10 Mei 2019. Pelunasan BPIH ini dilakukan dengan mata uang rupiah,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Maman melanjutkan, Ditjen PHU sudah merilis daftar nama jemaah haji reguler yang berhak melunasi BPIH Reguler 1440H/ 2019M. Jemaah haji yang meninggal setelah ditetapkan berhak melakukan pelunasan, bisa dilimpahkan porsinya kepada keluarga sesuai ketentuan. 

“BPIH disetorkan ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, baik secara tunai atau non teller,” pungkasnya.(MRI/RGI)

HIBURAN
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:43

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill