Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Marlina, 18, selama 8 bulan hanya terkulai lemah di tempat tidur. Warga Kampung Pulo, RT 25/04, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri tersebut menderita kanker tulang. Namun ibunya yang hanya seorang tukang cuci, membuatnya kesulitan biaya pengobatan.
Lasih, ibu kandung Marlina tidak mengetahui sejak kapan putrinya tersebut mulai terserang kanker tulang.
“Kalau terbaring lemasnya kurang lebih sudah ada 8 bulan ini, tetapi mulai terserang kankernya saya juga tidak tahu. Awalnya anak saya sering jatuh secara tiba-tiba saat sedang berjalan kaki. Akhirnya saya bawa ke RSU Kabupaten Tangerang, namun tidak berapa lama saya bawa pulang lagi karena keterbatasan biaya," ujar Lasih, saat ditemui dikediamannya Rabu (10/4/2019)
Bahkan, untuk membiayai penyakit putrinya tersebut, Lasih mangaku terkadang harus menjual ayam miliknya karena mahalnya biaya perawatan. Karenanya ia berharap ada dermawan yang dapat membantu biaya pengobatan anaknya.
“Semoga ada pihak yang berbaik hati untuk membantu penyembuhan putri saya, karena untuk membeli obat perangsang kulit dan mengganti perban saja setiap tiga hari sekali membutuhkan uang sedikitnya 600 ribu. Untuk mendapatkan uang segitu kadang saya harus pinjam uang ke tetangga. Seringnya sih jual ayam peliharaan ke pasar," bebernya.
Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Corah Usman saat dimintai tanggapan terkait hal ini mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk meninjau secara langsung.
“Mengenai adanya penderita kangker tulang yang membutuhkan bantuan, nanti saya akan berkoordinasi dengan Puskesmas terlebih dahulu untuk datang ke rumahnya," singkatnya.(MRI/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPolresta Tangerang memperketat pengamanan di sejumlah titik perbatasan wilayah hukumnya, guna mengantisipasi dampak aksi unjuk rasa di DPR RI, Jakarta, pada Kamis 27 Agustus 2026 malam.
Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.
PT PLN (Persero) mendukung pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Sponsors Agreement dan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL)
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews