Connect With Us

Sekolah Dasar di Pagedangan Memprihatinkan

| Rabu, 2 Juni 2010 | 15:36

| Dibaca : 7295

Sekolah Rusak (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS-Sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Malangnengah 01 di Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang kondisinya sangat memprihatinkan, nyaris ambruk. Dari enam kelas, satu ruang terpaksa tidak terpakai, sehingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
 
Satu ruang kelas yang kondisi atapnya akan mabruk itu  yaitu kelas yang biasa dipakai kelas enam. Kelas yang berada disebelah utara sekolah ini, sudah dua tahun ini hanya dijadikan gudang. Pada ruang kelas itu terlihat hampir seluruh langit-langit bolong, dinding terkelupas hingga terlihat bata, lantai masih beralaskan tanah, serta tidak ada kaca diruangan. Sebenarnya, hampir setiap kelas kondisinya sama. Perpustakaan dan sarana olahraga pun tak ada di sekolah itu.  
 
"Kondisi ini sangat memperihatinkan, kegiatan belajar dan mengajar  sudah tidak kondusif lagi. Anak-anak tidak nyaman dalam belajar," ucap Nurdin, salah seorang guru di SDN tersebut, hari ini.
 
Menurutnya kondisi itu terjadi sejak dua tahun lalu, namun, hingga kini belum juga ada perbaikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Sekolah  yang sudah 20 tahun berdiri itu, kata Nuridn,  sebenarnya sudah tidak layak pakai sebab kondisinya hampir ambruk. Dia khawatir jika kelas rusak tersebut digunakan akan roboh.
 
"Kami sudah bosan mengusulkan perbaikan, tidak pernah teralisasi," kata guru yang biasa mengajar di kelas enam itu. Sekolah yang berada dipinggir Jalan Raya Parung Panjang-Legok itu setiap kali hujan turun selalu digenangi air.Penyebabnya, kata dia, karena genteng bocor serta tidak adanya drainnase. Setaiap kali hujan, genangan air, hingga ke ruang ruang guru. "Pokonya kalau hujan, keadaanya tambah mengenaskan,” tegasnya,
 
Kasie Data Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Asep Ruhimat menyebutkan di seluruh kabupaten Tangerang terdapat 17 ruang kelas yang rusak. Salah satunya di SDN Malangnegah, Pagedangan.  "Kerusakkan bangunan mencapai 60 persen, seperti genteng bocor, dinding retak, plafon bolong. Untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak nantinya, akan disesuaikan dengan anggaran," ungkapnya.
 
Komisi B DPRD Kabupaten Tangerang, Muchlis sangat prihatin dengan kodisi tersebut. Untuk memperbaiki sekolah tersebut pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan dinas terkait.
 
Dirinya mengaku sudah memperjuangkan SD tersebut. Namun, sayangnya Dana Alokasi Khusus tahun 2010 tidak ada anggaran untuk pembangunan fisik. Anggarannya untuk buku dan perpustakaan. "Mudah-mudahan tahun 2011, anggaran perbaikan untuk SD rusak akan diprioritaskan," tuturnya. (dira)

AYO! TANGERANG CERDAS
SMKN 1 Tangerang Dituding melakukan pungutan liar

SMKN 1 Tangerang Dituding melakukan pungutan liar

Senin, 24 Agustus 2015 | 16:17

TANGERANG-SMK Negeri 1 Kota Tangerang dituding membebankan uang kepada orang tua siswa jika ingin mengambil ijazah. Hal itu pun dilaporkan salah seorang orang tua siswa ke surat pembaca surat kabar nasional.

TANGSEL
Ikhsan Modjo :  Jangan Salah Pilih Warga Tangsel !

Ikhsan Modjo : Jangan Salah Pilih Warga Tangsel !

Minggu, 30 Agustus 2015 | 13:54

TANGERANG SELATAN- Kiat meraih simpati pemilih bagi para pasangan calon walikota (Cawalkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) cukup variatif saat melakukan kampanye.

TEKNO
Kaca Film Berlapis Emas, Mau?

Kaca Film Berlapis Emas, Mau?

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 10:34

TANGERANG – PT V-KOOL Indo Lestari, distributor kaca film merek V-KOOL di Indonesia, menyiapkan dan merancang berbagai macam produk dan program yang memberikan manfaat terbaik bagi konsumennya.

KOTA TANGERANG
Gagal Bongkar Brankas, Maling Gasak BPKB di Tangerang

Gagal Bongkar Brankas, Maling Gasak BPKB di Tangerang

Minggu, 30 Agustus 2015 | 16:27

TANGERANG-Kantor perusahaan leasing kendaraan bermotor PT Finansia Multi Finance (Kreditplus) di kawasan Transmart, Jalan MH Thamri, Komplek Ruko Mahkota Mas, Blok H10, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, dibobol maling.

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"

Soekarno