Connect With Us

Pengembangan Desa Wisata Cigaru Didampingi Perguruan Tinggi

Mohamad Romli | Jumat, 24 Mei 2019 | 20:13

Kegiatan Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendampingan Dalam Rangka Fasilitasi Pelatihan Masyarakat Desa Wisata oleh Politeknik Sahid Jakarta dan Kementerian Pariwisata, jum'at (24/5/2019). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Desa Wisata Cigaru, Desa Cisoka, Kabupaten Tangerang mendapatkan serius dari Politeknik Sahid Jakarta dan Kementerian Pariwisata. Kini, lokasi wisata warga yang dikenal dengan Danau Biru itu pengembangannya didampingi perguruan tinggi tersebut.

Kerjasama perguruan tinggi dengan Kementerian Pariwisata tersebut dinilai sangat penting untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lokasi tersebut.

Kasubid Kementrian dan Usaha Masyarakat Rulyta Masruri Rahmaesa SE menjelaskan, pendampingan untuk mengembangkan Desa Wisata yang saat ini menjadi salah satu destinasi andalan di Kabupaten Tangerang.

“Untuk dijadikan desa binaan pariwisata, adapun kegiatan yang sudah berjalan saat ini antara lain Sanggar Seni, Rumah Pintar Cigaru, Kopi Badak Cigaru, dan Kacang Baning khas Cisoka," katanya, Jum'at (24/5/2019).

Melalui pendampingan, diharapkan SDM di lokasi tersebut menjadi pelaku wisata yang memiliki sikap mental, pengetahuan serta keterampilan yang dapat meningkatkan potensi Wisata Desa tersebut.

“Desa wisata ini nantinya menyajikan aktivitas kebudayaan untuk memanjakan wisatawan yang datang dengan beragam kerajinan, kuliner, penginapan dan outbound adventure,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen Politeknik Sahid Kadek Wiweka memaparkan kegiatan dalam program yang baru pertama kali dilakukan di lokasi itu antara Perguruan Tinggi dengan Kementerian Pariwisata.

“Program pendampingan terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, monitoring, pelaporan, seminar atau FGD hasil pendampingan dan penyerahan hasil apresiasi pendampingan desa wisata,” ujarnya.

Dipilihnya lokasi pendampingan di Desa Wisata itu, lanjutnya, karena Danau Biru Cigaru memiliki daya tarik bagi wisatawan.

"Salah satu daya tarik telaga atau Danau Biru adalah karena warna airnya bisa berubah-ubah sendiri. Masyarakat mengenal Telaga Biru memiliki warna hijau, biru, serta biru 

toska. Pergantian warna ini disebabkan karena lokasi ini adalah bekas daerah tambang. Sisa pertambangan ini memiliki kadarkeasaman tinggi akan membuat telaga berganti-ganti warna," bebernya.

Pengelola Desata Wisata Cigaru Priyanto Indra mengatakan, semoga dengan adanya kunjungan dari Politeknik Sahid Jakarta, masyarakat dan pengelola bisa lebih giat lagi untuk memajukan destinasi wisata Cigaru.

“Kami bersama dengan pengelola akan terus berupaya menyajikan wisata yang terbaik bagi para pengunjung, dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.(MRI/RGI)

OPINI
Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:00

enaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar soal angka, melainkan arah manusia yang sedang dibentuk.

BANTEN
Gubernur Banten Instruksikan OPD Kebut 8 Program Prioritas

Gubernur Banten Instruksikan OPD Kebut 8 Program Prioritas

Kamis, 8 Januari 2026 | 23:15

Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan seluruh Kepala Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan kebijakan nasional.

BISNIS
Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Kamis, 18 Desember 2025 | 21:03

-Produk kriya rotan asal Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Brand lokal ROKA Collection sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Seoul Design Festival 2025 yang berlangsung pada 12–16 November 2025 di Seoul

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill