Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Aktifitas perdagangan di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa, sudah mulai berangsur normal. Tranksaksi jual beli di pasar tradisional yang baru saja direnovasi tersebut juga sudah mulai menggeliat.
Salah satu pedagang beras di Pasar Cikupa, Herman, 35, mengatakan, aktifitas pasar sempat mengalami penurunan saat arus mudik dan arus balik lebaran kemarin. Akan tetapi hal tersebut tidak terlalu berdampak pada omset penjualan beras di tokonya.
“Untuk tahun ini tidak terlalu berdampak penjualan berasnya dan kenaikan harganya juga tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena stok beras masih tersedia dan distribusinya juga masih aman, apalagi disejumlah daerah pada bulan puasa kemarin sudah mulai panen," jelasnya, Selasa (11/6/2019).
Herman mengungkapkan, harga beras sudah mulai berangsur normal sejak Hari Raya Idul Fitri kemarin dan masih bertahan hingga saat ini. Menurut dia, lonjakan harga tersebut juga tidak terlalu berpengaruh kepada konsumennya.
“Konsumen sempat ada beberapa yang mengeluh tetapi tidak begitu mengganggu penjualannya,"ujarnya.
Hal senada disampaikan salah satu pedagang cabai, Paridi, 29. Menurutnya, distribusi cabai berbagai jenis sudah berangsur normal begitu juga dari sisi harganya.
"Sudah normal semua, pengirimannya juga tidak terganggu dan stoknya aman,” tukasnya.(RAZ/HRU)
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGSebanyak 1.570 peserta yang lolos tahap administrasi Program Beasiswa Gemilang 2026 menjalani seleksi wawancara yang berngsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Selasa, 12 Mei 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews