Connect With Us

Lagi, Blanko KTP-el di Tangerang Habis

Maya Sahurina | Selasa, 11 Juni 2019 | 19:25

Suasana dikantor Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Selasa (11/6/2019). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Masyarakat Kabupaten Tangerang yang belum terlayani pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) harus kembali bersabar. Pasalnya, persediaan (stok) blanko KTP-el tersebut kembali kosong.

Stok blanko itu habis sejak April 2019, atau sebelum libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Saya tahu kalau stok blanko e-KTP habis saat pertengahan Mei. Saat datang ke kantor Disdukcapil dapat jawaban begitu (blanko kosong)," ujar Novi, warga Cisoka kepada TangerangNews, Selasa (11/6/2019).

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) dihari pertama kerja pasca libur dan cuti bersama di instansi tersebut pun kemarin, mendapatkan informasi serupa, bahwa stok blanko KTP-el memang tengah habis.

Sementara pantauan TangerangNews, Selasa (11/6/2019), tak sedikit warga yang mendatangi kantor Disdukcapil, salah satu tujuannya ingin mengganti surat keterangan (Suket) kependudukan dengan KTP-el.

Dikonfirmasi TangerangNews, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang, Syafrudin membenarkan bahwa persediaan blanko KTP-el tengah kosong. Dikatakannya, saat ini, pihaknya tengah mengajukan permintaan kembali blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) itu kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

Menurut Syafrudin, sebenarnya setiap dua hari sekali, pihaknya selalu mengajukan permintaan blanko ke Kemendagri.

"Jumlahnya yang kita minta banyak sesuai dengan kebutuhan, tetapi kita dapatnya sesuai dengan kemampuan di Kemendagri. Setelah Pemilu kemarin itu kami hanya mendapatkan 500 lembar saja, dan hanya cukup untuk satu hari saja," ujarnya.

Meski mengajukan permintaan setiap dua hari sekali, lanjutnya, namun dalam kurun waktu satu minggu, pihaknya hanya mendapatkan sekitar 1.500 lembar blanko, sementara kebutuhan blanko masih sangat banyak.

 

Namun ia merasa optimis bahwa blanko KTP-el tersebut akan dipasok dengan jumlah banyak pada tahun anggaran 2020. Karenanya, pihaknya pun merencanakan akan menambah mesin cetak untuk operasional di tiap kecamatan, juga mengganti mesin cetak yang saat ini digunakan di kantor Disdukcapil yang sebagian telah mengalami kerusakan karena sudah beroperasi sejak tahun 2012.

"Sebelum Pemilu kemarin itu digelontorkan banyak blanko, dan nanti tahun anggaran baru lagi akan banyak lagi. Sekarang untuk mengantisipasi keadaan mendesak masyarakat itu, bisa dengan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP-eL," pungkasnya.(MRI/RGI)

BANDARA
Modus Mirip Narkotika, Penyelundupan Emas di Bandara Soetta Kian Marak

Modus Mirip Narkotika, Penyelundupan Emas di Bandara Soetta Kian Marak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:20

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperketat pengawasan di seluruh jalur keluar perbatasan Indonesia menyusul lonjakan kasus penyelundupan emas ke luar negeri.

SPORT
Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Paramount Petals Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda Curug 

Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13

Perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Curug tahun ini tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial. Tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet muda melalui gelaran Paramount Petals Cup 2026.

BANTEN
Pemprov Banten Buka Opsi Pangkas Tukin ASN agar PPPK Tetap Digaji hingga 2027

Pemprov Banten Buka Opsi Pangkas Tukin ASN agar PPPK Tetap Digaji hingga 2027

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:55

Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan penyesuaian tunjangan kinerja (tukin) ASN sebagai salah satu opsi untuk menjaga seluruh pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tetap bekerja hingga 2027.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill