Connect With Us

Jasa Raharja Santuni 5 Warga Tangerang yang Tewas saat Antar Jenazah

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 20 September 2019 | 15:51

PT Jasa Raharja (Persero) menyantuni salah satu keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Tol Brebes, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—PT Jasa Raharja (Persero) menyantuni lima warga Tangerang yang meninggal akibat peristiwa kecelakaan lalu lintas di tol Brebes, Jawa Tengah.

Kelima korban itu di antaranya, Imam, Satimun, Sarjito, dan Rohmadi, warga Griya Serpong Asri, Kecamatan Cisauk, serta Nasib warga Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Para petugas Jasa Raharja Perwakilan Tangerang telah menyambangi rumah duka para korban setelah mendapat informasi peristiwa kecelakaan yang merenggut jiwa ini untuk memberikan santunan, Jumat (20/9/2019).

BACA JUGA:

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Tangerang Darwin P. Sinaga mengatakan, para korban masing-masing diberikan santunan berupa uang sebesar Rp50 juta. Santunan, kata Darwin, sudah diberikan kepada para ahli waris.

"Sesuai amanah yang diberikan oleh negara kepada Jasa Raharja untuk memberikan santunan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lantas kaitan kejadian ini memang menimpa warga Tangerang," ujarnya kepada TangerangNews.

Jenazah para korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Darwin pun menyampaikan bela sungkawa atas kepergian para korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Kita juga berharap santunan yang diberikan Jasa Raharja ini dapat meringankan keluarga korban," ucapnya.

Darwin menambahkan, masyarakat yang mengalami peristiwa kecelakaan lalu lintas diharapkan melaporkan musibah yang dialaminya kepada pihak kepolisian sebagai dasar bagi Jasa Raharja untuk mengucurkan bantuan atau santunan.

"Dengan adanya musibah khususnya korban kecelakaan lalu lintas, kami berharap masyarakat melaporkan kasus kecelakaannya ke kepolisian," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut merenggut lima warga asal Tangerang. Peristiwa itu dikabarkan terjadi di tol Brebes, Jawa Tengah saat rombongan mengantarkan jenazah ke Klaten, Kamis (19/9/2019).

Informasi yang dihimpun TangerangNews, rombongan itu berangkat dari Perumahan Griya Serpong Asri, Blok F, RT 1/5, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan mobil ambulans Arrahman.

“Keluarga salah satu korban mendapat informasi bahwa rombongan kecelakaan di tol Brebes, dan semua penumpang meninggal dunia,” ujar Doni, warga setempat, Kamis (19/9/2019) malam.

Tabrakan maut itu melibatkan mobil ambulas yang ditumpangi para korban dengan sebuah truk. Ambulans itu menabrak bagian belakang truk hingga ambulans itu tampak rusak parah pada bagian depan.(MRI/RGI)

WISATA
Promo Bulan Mei, Howard Johnson Tangerang Tawarkan Paket 'May Escape' dan Kuliner Autentik

Promo Bulan Mei, Howard Johnson Tangerang Tawarkan Paket 'May Escape' dan Kuliner Autentik

Kamis, 7 Mei 2026 | 22:17

Menghabiskan waktu liburan tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh. Sepanjang bulan Mei 2026, Howard Johnson By Wyndham Tangerang menghadirkan pengalaman “One Stop Vacation”, sebuah konsep liburan terpadu yang memadukan kenyamanan menginap

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KAB. TANGERANG
Polisi Perketat Penjagaan Pasca Pencurian Kabel KRL di Stasiun Daru Tangerang

Polisi Perketat Penjagaan Pasca Pencurian Kabel KRL di Stasiun Daru Tangerang

Jumat, 8 Mei 2026 | 23:51

Petugas kepolisian berencana melakukan pengetatan penjagaan di Stasiun Daru, Kabupaten Tangerang pasca kasus pencurian kabel counting head, pada Jumat 8 Mei 2026.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill