Connect With Us

Gelar Diklat, Banser Tangerang Waspadai Paham Radikalisme

Mohamad Romli | Minggu, 20 Oktober 2019 | 20:51

Ratusan pemuda di Tangerang mengikuti Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang digelar Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang, Minggu (20/10/2019). (@TangerangNews / Mohammad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang mewaspadai munculnya paham radikalisme yang dapat menjangkiti kaum muda. Pendidikan dan latihan pun digelar untuk merapatkan barisan pemuda di Tangerang memerangi paham intoleran tersebut.

Diklat Terpadu Dasar (DTD) tersebut diikuti ratusan pemuda. Mereka dilatih fisik dan mental selama tiga hari (18 sampai 20 Oktober) di Pondok Pesantren Kalijaga, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

"DTD ini diikuti 153 pemuda, mereka adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Tangerang," ungkap Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Muhidin A. Kodir, Minggu (20/10/2019).

Beragam materi disampaikan dalam pelatihan tersebut, terutama materi yang membekali peserta untuk memiliki cara pandang yang menghargai perbedaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa, serta saling menghormati antara sesama anak bangsa.

"Banser tetap teguh memegang prinsip sebagai garda penjaga persatuan dan persatuan bangsa, karenanya kami terus melakukan pengkaderan, memperbanyak anggota, agar gerakan Banser semakin solid dan bergema di tanah air," tambahnya.

Muhidin juga mengatakan, paham radikalisme harus menjadi musuh bersama, karena paham yang hanya memiliki sudut pandang subjektif tersebut akan merusak generasi muda sebagai penerus cita-cita kemerdekaan Indonesia.

"Inilah urgensinya Banser hadir di tengah-tengah dinamika kehidupan berbangsa ini, karena kami menjadi salah satu barisan yang konsisten merawat dan menjaga persatuan bangsa," katanya.

Ditambahkan Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Tangerang Muhamad Yusuf, hasil dari DTD tersebut semakin menambah semangat dan kekuatan Banser di Kabupaten Tangerang.

"Kami tidak akan menolerir adanya paham dan tindakan radikalisme. Apapun alasannya, radikalisme adalah musuh kami," pungkasnya.(MRI/RGI)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill