Connect With Us

Peringati Hari Sumpah Pemuda, 277 Relawan Cat Rumah Warga Mauk

Maya Sahurina | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 15:17

Habitat for Humanity Indonesia menggelar kegiatan pembangunan dan pengecatan rumah di Desa Mergamulya mauk dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober 2019, diperingati para relawan muda dengan melakukan pembangunan dan pengecatan rumah di Desa Margamulya, Kecamatan mauk.

Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Susanto mengatakan, kegiatan tersebut untuk menyatukan semangat anak muda, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya tempat tinggal yang layak dan sehat.

Habitat for Humanity Indonesia menggelar kegiatan pembangunan dan pengecatan rumah di Desa Mergamulya mauk dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda.

"Melalui gerakan 28uild untuk mendorong orang muda membangun bangsa, apapun bentuk karya mereka. Tentunya melalui kegiatan ini kami menegaskan kembali arti penting sebagai sebuah bangsa, bangsa Indonesia,” ujar Susanto, Sabtu (26/10/2019).

Susanto mengatakan, kegiatan humanity tersebut sebagian dilakukan mulai dari awal, kemudian ada juga yang dilakukan dengan lebih memperindah rumah yang telah dihuni.

Habitat for Humanity Indonesia menggelar kegiatan pembangunan dan pengecatan rumah di Desa Mergamulya mauk dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda.

"Ada 46 rumah dan kali ini melibatkan lebih dari 277 relawan. Mereka melakukan pembangunan rumah layak huni dengan tahapan pembuatan fondasi dan pengecatan, untuk ciptakan Vibrant Village yang diharapkan dapat menjadikan lingkungan tempat tinggal lebih rapi dan cerah," jelasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid menghimbau para relawan muda agar dapat terus berkonstribusi terhadap masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah.

Habitat for Humanity Indonesia menggelar kegiatan pembangunan dan pengecatan rumah di Desa Mergamulya mauk dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para relawan muda yang mau terjun langsung ke Mauk untuk membangun rumah. Saya berharap bahwa kegiatan seperti ini akan semakin banyak diinisiasi, termasuk kegiatan pemberdayaan dari relawan-relawan muda kepada warga di Margamulya,” pungkasnya. 

Salah satu Warga Margamulya, Eny, 48, menyampaikan terimakasih dengan adanya program tersebut, karena membantu keluarganya yang berpengahsilan rendah.

"Sangat bersyukur, terima kasih kepada semuanya, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi," ujarnya.(RAZ/HRU)

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

KOTA TANGERANG
Waspada Potensi Guncangan Megathrust Selat Sunda, Warga Kota Tangerang Diimbau Siap Siaga

Waspada Potensi Guncangan Megathrust Selat Sunda, Warga Kota Tangerang Diimbau Siap Siaga

Senin, 5 Oktober 2026 | 19:13

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi, khususnya ancaman gempa dahsyat dari zona Megathrust.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill