Tes Pegawai Kopdes Merah Putih Dikeluhkan Peserta, BKN Sebut Banyak yang Panik
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:28
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TANGERANGNEWS.com-Setelah sempat viral, pulau sampah di bantaran Sungai Cisadane diangkut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Senin (16/12/2019).
Diperkirakan sampah yang tertimbun puluhan tahun di Bantaran Sungai Cisadane, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang sebanyak 700 ton.
Sampah itu diduga berasal limbah Bandara. Angkasa Pura II, Pantai Indah Kapuk, dan Mall yang berada di DKI Jakarta yang dikelola oleh oknum vendor yang tidak bertanggung jawab.

Sampah itu kemudian menumpuk, akhirnya menggunung juga di muara Sungai Cisadane, Desa Tanjung Burung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, sampah yang dibersihkan di bantaran Sungai Cisadane berada di Desa Pangkalan, Kampung Melayu Barat dan Tanjung Burung.
Baca Juga :
Pengangkutan sampah itu, melibatkan berbagai unsur, seperti TNI, organisasi kepemudaan, pihak kecamatan dan desa sert masyarakat setempat.
"Dengan volume sampah yang besar ini tidak cukup dengan satu minggu, mungkin lebih dari dua minggu bisa selesai," ujarnya.
Ia juga menyebut, sampah itu juga terbawa aliran Sungai Cisadane yang berasal dari Bogor kemudian melewati Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.
"Kita libatkan 30 kendaraan yang terdiri dari truk pengangkut sampah dan eksavakator," tutupnya.(RMI/HRU)
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews