Connect With Us

VIDEO: Dikelilingi & Ditembaki Polisi Pemuda Tangerang Ini Tak Gentar 

Mohamad Romli | Sabtu, 28 Maret 2020 | 23:30

| Dibaca : 447151

Seorang pemuda melakukan perlawanan kepada personel kepolisian saat akan diamankan karena dilaporkan orang tuanya melakukan penganiayaan, Selasa (24/3/2020). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGSNEWS.com-Sebuah video beredar luas di Tangerang. Video tersebut berisi tentang seorang pemuda yang tidak gentar meski telah dikelilingi petugas Polisi bahkan sempat ditembak serta berkali-kali polisi memberikan tembakan peringatan. 

Dalam video tersebut, tampak seorang pemuda mengacungkan dua bilah senjata tajam (sajam) jenis pisau ke arah beberapa petugas kepolisian. Peristiwa itu terjadi di depan sebuah minimarket. Polisi tampak sudah memberikan tembakan peringatan. Namun pemuda itu tak menghiraukannya. Bahkan, beberapa petugas itu tampak kewalahan. 

Pada video amatir itu, pemuda itu melarikan diri ke arah jalan raya. Adegan kejar-kejaran pun terjadi. Bahkan, beberapa kendaraan yang terhenti akibat insiden tersebut, memilih memutar balik.

TangerangNews melakukan penelusuran, ternyata peristiwa itu terjadi di depan minimarket Kampung Kalapa, RT 5/2, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang pada 24 Maret 2020.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi membenarkan peristiwa tersebut. "Benar," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (28/3/2020) malam.

 

Kronologi peristiwa itu dibeberkan Kapolsek Cisoka AKP Akbar Baskoro. Dia mengatakan, pemuda tersebut telah melakukan penganiayaan terhadap ibunya sendiri. Menurutnya yang tampak dalam video itu adalah peristiwa saat pemuda tersebut akan ditangkap personelnya. Pelaku  diketahui berinisial RA, 37 tahun.

"Sekitar pukul 14.30 WIB, kami menerima laporan dari orang tua pelaku bahwa diancam akan dibunuh oleh pelaku," ujar Akbar saat dikonfirmasi TangerangNews, Sabtu (28/3/2020) malam.

Ancaman pembunuhan itu, lanjutnya, dilatarbelakangi oleh permintaan pelaku yang tidak terpenuhi. Pelaku  meminta uang sejumlah Rp200 ribu kepada orang tuanya, namun hanya diberi Rp150 ribu.

"Karena kurang, pelaku kemudian mengamuk dan menedang ibunya sendiri. Bahkan dia mengancam akan membunuh sambil  mengeluarkan pisau. Ibunya takut dan hal ini sudah sering terjadi, korban kemudian membuat laporan ke Polsek Cisoka," terangnya.

 Petugas pun kemudian meluncur ke rumah pelaku di Kampung Kalapa RT 5 /5, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Namun, kedatangan personel kepolisian disambut dengan dua pisau.  Karena saat itu petugas yang datang hanya seorang diri dan kondisinya membahayakan nyawanya, petugas tersebut kemudian memilih menghindar.  Lalu  meminta dikirim bantuan personel.

Saat para petugas kembali ke rumah pelaku, ternyata pelaku sudah tidak ada. Setelah mendapat informasi tentang keberadaan pelaku,  polisi datang. "Kemudian personel kami mendatangi TKP untuk mengamankan pelaku. Namun mendapatkan perlawanan dan akhirnya diberikan tembakan peringatan," imbuhnya.

 

Meski mendapatkan perlawanan. Namun petugas akhirnya dapat menangkap pelaku. Kini pelaku beserta barang bukti dua senjata tajam jenis pisau sudah diamankan di Mapolsek Cisoka. (RAZ)

AYO! TANGERANG CERDAS
Pelajari Ilmu Jurnalistik hingga Kewirausahaan, 15 Peserta Rampungkan The Journalist Fellowship Program 

Pelajari Ilmu Jurnalistik hingga Kewirausahaan, 15 Peserta Rampungkan The Journalist Fellowship Program 

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:20

The Journalist Fellowship Program tahap pertama (Batch I) yang merupakan kolaborasi dari konsultan komunikasi Maverick Indonesia dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, rampung kemarin.

HIBURAN
Serunya Main Air di Kolam Renang Sinta Tangerang

Serunya Main Air di Kolam Renang Sinta Tangerang

Selasa, 19 Januari 2021 | 10:00

Oleh: Azhar Baedilah, Mahasiswa Jurnalistik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang

BANTEN
PSBB di Banten Kembali Diperpanjang, Kali Ini 30 Hari

PSBB di Banten Kembali Diperpanjang, Kali Ini 30 Hari

Rabu, 20 Januari 2021 | 11:44

TANGERANGNEWS.com-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Banten kembali diperpanjang. Namun aturan yang biasanya berlaku selama 14 hari, kini menjadi 30 hari

TOKOH
Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Kamis, 14 Januari 2021 | 11:40

TANGERANGNEWS.com-Kabar duka datang dari pendakwah Syekh Ali Jaber. Ulama

"Jika masa lalu tidak berjalan sesuai yang Anda inginkan, bukan berarti masa depan bisa menjadi lebih baik dari yang selalu Anda bayangkan"

@TangerangNews