Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TANGERANGNEWS.com-Sejak larangan mudik berlaku bulan lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan penyekatan askses jalur mudik di Tangerang, salah satunya Pintu Tol Bitung arah Merak.
Namun ternyata banyak pemudik yang pindah melewati Pintu Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, untuk menghindari razia petugas.
Akhirnya, pos pengamanan terpadu untuk menyekat pemudik di Pintu Tol Bitung dipindahkan ke Pintu Tol Cikupa.
"Iya, kami pindahkan pos penyekatan ke Pintu Tol Cikupa, kemarin karena banyak pemudik lewat sana," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, seperti dilansir dari Kompas, Rabu (13/5/2020).
Selain menghadang pemudik, pemindahan pos penyekatan ini untuk efektivitas pemeriksaan dan peningkatan keselamatan anggota yang melakukan pemeriksaan.
"Diharapkan bisa meningkatkan pengawasan terhadap kebijakan larangan mudik selama pandemi Covid-19," ujar ujar Sambodo.
Tercatat selama 18 hari Operasi Ketupat 2020, yakni sejak 24 April hingga 11 Mei 2020, sudah 17.022 kendaraan yang ingin melaksanakan mudik telah diputar balik. Sebanyak 3.943 kendaraan diantaranya di Pintu Tol Bitung.
Selain itu, ada 5.764 kendaraan diputar balik di Pintu Tol Cikarang Barat arah Jawa Barat dan 7.315 kendaraan di jalan arteri.
Selain pos penyekatan di Pintu Tol Cikupa, polisi juga mendirikan 17 pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.
Hal ini merupakan tindak lanjut larangan mudik yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo yang mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB.
Sanksi yang diterapkan adalah polisi akan memutar balik kendaraan yang mengangkut penumpang untuk melaksanakan mudik. (RAZ/RAC)
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TODAY TAGSektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews