3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com-Nana Lukmana dikukuhkan menjabat Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang, Senin (10/8/2020).
Nana menduduki jabatan tersebut setelah posisinya sebagai Kasubagbin diisi oleh Ahmad Hasan Basri.
Serahterima jabatan itu dipimpin oleh Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Bahrudin di aula institusi berlambang timbangan tersebut di Tigaraksa.

Dalam sambutannya, Bahrudin menekankan kedua pejabat tersebut dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan bisa langsung beradaptasi dengan tugas baru tersebut.
"Mutasi, promosi adalah hal biasa dalam sebuah organisasi baik pemerintah maupun organisasi swasta, tujuannya adalah dalam rangka penyegaran organisasi," kata Bahrudin.

Selain itu, ia juga menekankan personel Kejari Kabupaten Tangerang selalu menjaga kekompakan, kebersamaan, kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.
"Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama atas kinerja dan prestasi yang telah diraih selama ini," terang Bahrudin.
Ahmad Hasan Basri sebelumnya menjabat sebagai Kasie Tata Usaha Negara pada Asisten Bidang Perda dan Penuntutan Kejari Bandar Lampung. Sementara jabatan Kasir Intel diisi pejabat sementara (Plt) Nana Lukman. (RMI/RAC)
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGKiblat modest fashion bagi generasi muda kini semakin berkembang dinamis. Menjawab tingginya antusiasme pasar muslimah di wilayah Tangerang dan sekitarnya, brand fesyen syar'i asal Bandung, Jamise Syari, resmi melebarkan sayapnya
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews