Connect With Us

Razia Kamar Napi di Rutan Jambe, Petugas Temukan Belasan Ponsel & Benda Terlarang Lainnya

Mohamad Romli | Sabtu, 3 Oktober 2020 | 11:49

Kepala Rutan Kelas 1 Tangerang Fonika Affandi didampingi petugas Rutan dan personel TNI saat mengekspose hasil temuan ponsel dan benda terlarang lainnya milik warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat (2/10/2020) (TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Belasan ponsel milik warga binaan pemasyarakatan (WBP/narapidana) disita petugas rumah tahanan (rutan) Kelas 1 Tangerang dari kamar para penghuni hotel predeo yang terletak di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang tersebut.

Selain menyita 15 ponsel milik WBP, dalam operasi gabungan Bersama personnel TNI/Polri itu, petugas juga sejumlah benda terlarang seperti headset, pengisi daya ponsel (power bank) dan benda-benda berbahaya lainnya seperti pisau dan palu.

Kepala Rutan Kelas 1 Tangerang Fonika Affandi mengaku heran dengan temuan tersebut. Ia mengatakan, penjagaan ketat oleh petugas telah dilakukan agar benda-benda milik WBP tersebut tidak masuk ke dalam lingkungan Rutan.

“Meskipun para WBP disini dikatakan lockdown, tapi tidak menutup kemungkinan pasti ada keterlibatan petugas,” ujar Affandi usai menyampaikan hasil sidak kepada awak media, Jumat (2/10/2020).

Keberadaan benda-benda terlarang di lingkungan Rutan itu disinyalirnya karena ada keterlibatan pihak ketiga yang sengaja memberikan kemudahan bagi WBP untuk mengakses fasilitas di luar aturan dalam rutan. Tentunya, kata Fonika, pihaknya tidak bisa menuduh, dan masih terus mendalami. Karena, dalam sidak juga ditemukan barang-barang tempat penyimpanan khusus.

“Tentunya ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita. Untuk ke depan akan segera kita tindaklanjuti,” katanya.

Fonika mejelaskan, sanksi yang akan diberikan kepada WBP Rutan Kelas I A Tangerang melalui tim satuan kepatuhan internal. Jadi, kata dia, tim itulah yang akan memberikan berbagai macam sanksi sesuai dengan jenis pelanggaran. Bisa berupa teguran, hormat kepada bendera, bahkan sampai tindakan-tindakan yang keras.

“Untuk warga binaan sendiri akan diregister F, akan dimasukkan kedalam trap sel (sel tikus) selama 6 hari,” pungkasnya.(RMI/HRU)

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

NASIONAL
Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Soroti Relasi Kuasa Dugaan Pelecehan Seksual di Satpol PP Tangerang, Ombudsman Desak Usut Transparan

Minggu, 27 September 2026 | 20:40

Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna yang dinilai terdapat relasi kuasa di dalamnya.

KAB. TANGERANG
Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Selasa, 29 September 2026 | 22:57

Dampak kemarau panjang yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir membuat warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengalami krisis air bersih yang parah.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill