Connect With Us

Ngaku Bisa Baca Garis Tangan, Pria Tangerang Perkosa Gadis 21 Tahun 

Redaksi | Sabtu, 7 November 2020 | 16:47

| Dibaca : 2420

Ilustrasi pemerkosaan. (@TangerangNews / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com- J,55, pria asal Mauk, Kabupaten Tangerang mengaku bisa membaca garis tangan. Dirinya pun nekat memperkosa gadis 21 tahun di sebuah kebun di  Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

 

Atas kasus tersebut, pria paruh baya tersebut  pun dicokok Polresta Tangerang.

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, modusnya dia bisa melihat dan membaca masa depan melalui garis tangan.

 

"Seolah bisa tahu masa depan dari garis tangan dan karena merasa tergiur, korban ini meminta jasa tersangka," ujar Ade.

Korban pun terhasut  oleh J yang langsung berakting dapat membaca garis tangan korbannya.

 

Setelah di kediaman J, korban diajak ke kebun. 

 

"Alasannya, itu syaratnya, " sambung Ade.

 

Saat tiba diperkebunan pada pukul 20.00 WIB, tersangka langsung melancarkan aksinya.

 

Dia meminta korban untuk memenuhi permintaannya, dan menakuti korban bila tidak dipenuhi, maka korban akan sulit mendapatkan jodoh. "Saat itu lah dilancarkan aksi pelaku," terangnya.

 

Mendapati pelecehan, korban yang merasa takut langsung melaporkan kepada keluarganya.

 

Pihak keluarga pun turut mengadukan kejadian yang menimpa korban ke Polresta Tangerang hingga tersangka berhasil diamankan.

BANDARA
Hore! Press & Bcom Room di Angkasa Pura II Diresmikan

Hore! Press & Bcom Room di Angkasa Pura II Diresmikan

Jumat, 9 April 2021 | 13:04

TANGERANGNEWS.com-Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa

KOTA TANGERANG
Tim Buaran Tangerang Juara Hendri Zein Futsal Kompetisi PDIP

Tim Buaran Tangerang Juara Hendri Zein Futsal Kompetisi PDIP

Minggu, 11 April 2021 | 19:10

TANGERANGNEWS.com-Hendri Zein Futsal Kompetisi 1 PDI Perjuangan yang digelar di Welco Futsal, Kota Tangerang telah selesai, Minggu (11/5/2021)

"Kejujuran adalah cara Tercepat untuk menghindari sebuah kesalahan menjadi sebuah kegagalan."

James Altucher