Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) saat berusaha memadamkan kobaran api di kawasan PT Indofood yang terletak di Jalan Raya Serang-Bitung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (8/2/2021). (@TangerangNews / BPBD Tangerang)
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kebakaran yang melanda PT Indofood di kawasan Desa Bitung, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (8/2/2021) menyebabkan kerugian hingga Rp1 miliar.
Pasalnya kebakaran cukup merusak sebagian besar bangunan yang berisi sejumlah bahan kimia seperti cat dan tiner.
Material zat kimia tersebut yang membuat api cepat membesar dan menghanguskan seisi gedung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan gedung yang terbakar adalah gedung paling belakang.
"Lumayan besar sih pabriknya, mungkin berapa hektare itu. Yang terbakar hanya satu gedung dari sekian puluh gedung. Gedung paling belakang," ujarnya seperti dilansir dari Tribunnews, Selasa (9/2/2021).
Kosrudin menaksir pabrik produksi mie instan itu menderita kerugian hingga miliaran akibat kebakatan tersebut. "Kerugian sekitar Rp 1 miliar sekurang-sekurangnya," jelasnya.
Kebakaran yang terjadi pukul 14.00 WIB tersebut berhasil dijinakkan satu jam dengan menerjunkan 20 petugas dan empat mobil pemadam kebajaran BPBD Kabupaten Tangerang.
"Api padam sekira pukul 15.00 WIB. Penyebab belum kita ketahui. Kalau korban jiwa tidak ada," ujar Kosrudin.
Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengungkapkan kesannya usai mendengar pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 13 Januari 2026, lalu.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
Aktris sekaligus produser Prilly Latuconsina secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab sejak 2019.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""