Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Satu dari dua orang yang menceburkan diri ke Sungai Cidurian di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, saat digerebek judi ayam, akhirnya ditemukan, Senin 6 September 2021.
Korban yang ditemukan bernama Juwes Baiduri, 35, warga kampung Enggan, RT015/004, Desa Talok Kecamatan Kresek, dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban Juwes, ditemukannya barusan tadi satu jam yang lalu sekitar Jam 10,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin kepada TangerangNews.
Menurut Kosrudin, jasad korban ditemukan tersangkut di dasar sungai. Sudah meninggal tapi kondisinya belum membusuk, karena belum satu hari.
Baca Juga :
“Ditemukan oleh Tim SAR Basarnas, posisinya agak jauh dari titik awal sekitar 500 meteran lah. Kebetulan aliran kalinya lagi kecil surut, jadi cukup cepat ditemukan,” jelasnya.
Diketahui, selain Juwes, korban lainnya yang terjun ke sungai adalah Wawan Indriyani, 40, warga Kampung Gabus, RT010/006, Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.
Keduanya menceburkan diri ke sungai karena melarikan diri dari aparat saat digerebek tengah melakukan judi sabung ayam pada Pukul 02.30 WIB. Mereka melarikan diri dengan berenang ke arah Sungai Cidurian, namun tidak timbul kembali.
Pencarian dilakukan oleh Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta sejak pukul 08.20 WIB. Hingga kini petugas gabungan masih mencari jasad korban satunya. (RED/RAC)
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews