Connect With Us

Penganiaya Jamaah LDII Divonis Bersalah

| Rabu, 27 Oktober 2010 | 13:25

| Dibaca : 15969

Rumah ormas LDII yang menjadi amukan massa (tangerangnews / selly)

TANGERANGNEWS-Tujuh  terdakwa kasus penganiayaan terhadap Jamaah ormas islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), di Perumahan Graha Pesona, RT 04/10, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, divonis majelis hakim bersalah.
 
Mereka didakwa telah bersama-sama melakukan penganiayaan sesuai pasal 170 dan 351 KUHP saat persidangan di PN Tangerang, Rabu (27/10/2010).

Untuk terdakwa Nurkhojin dan Temi dijatuhi hukuman penjara paling lama, yakni 1 tahun. Sedangkan terdakwa Junaedi, Asirin, Suhadi, Sutrisno dan Ahmad Fikri dijatuhi 10 bulan hukuman penjara.

Menurut Ketua Majelis Hakim Imanuel Sembiring, yang memberatkan dari persidangan terdakwa adalah karena mereka secara sadar melakukan penganiayaan bersama-sama hingga menyebabkan korban luka. Selain itu, para terdakwa juga berbelit-berlit dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit proses persidangan dan tidak mengakui kesalahannya.

“Sementara yang meringankan, karena para terdakwa merupakan seorang kepala keluarga dan bersikap sopan dalam persidangan,” ungkapnya saat persidangan.

Dalam putusan Maselis hakim dijelaskan, ketujuh terdakwa telah terbukti melakukan penyerangan terhadap pengajian yang diselenggarakan LDII di Perumahan Graha Pesona, RT 04/10, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada 29 Agustus 2009 lalu.

“Akibat penyerangan tersebut, dua jamaah LDII yakni Yayat Supriatna dan Supriadi terluka karena dipukuli dengan benda tumpul oleh para terdakwa,” kata Hakim Imanuel.
Atas vonis tersebut, jaksa penuntut umum Riyadi menyatakan akan pikir-pikir mengajukan banding.

Sementara Kuasa hokum  terdakwa, Niko Maryata merasa keberatan dengan keputusan hakim dan akan mengajukan banding ke Pengadilan (PT) Tinggi Banten. “Hakim tidak memperimbangkan saksi-saksi yang kita hadirkan di persidangan, dimana keterangannya bertendangan dengan yang dikatakan korban. Untuk itu kami ajukan banding,” paparnya usai persidangan.(rangga)

OPINI
Keputusan Jokowi Yang Salah Kamar

Keputusan Jokowi Yang Salah Kamar

Sabtu, 21 Februari 2015 | 11:41

Salah kamar kiranya ketika persoalan hukum di selesaikan dengan cara politik, karena kedua hal tersebut merupakan hal yang berbada dan memiliki fungsi dan perannya masing-masing.

BANDARA
Ini Saran Menteri Agraria Untuk Pembebasan Bandara Soekarno-Hatta

Ini Saran Menteri Agraria Untuk Pembebasan Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 28 Mei 2015 | 17:27

TANGERANG-Rencana pembangunan runway 3 Bandara Soekarno Hatta yang terkendala pembebasan lahan ditanggapi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Penjual Kue 'Aneh' Berkeliaran di Kampus Tangerang

Penjual Kue 'Aneh' Berkeliaran di Kampus Tangerang

Rabu, 27 Mei 2015 | 18:27

TANGERANG— Mahasiswa di universitas wilayah Tangerang dihebohkan dengan adanya broadcast message tentang seorang penjual kue mencurigakan. Kue yang dijual diduga mengandung narkoba.

BANTEN
Si Doel Akhirnya Jadi Gubernur Beneran

Si Doel Akhirnya Jadi Gubernur Beneran

Minggu, 24 Mei 2015 | 15:30

Dalam salah satu dialog sinetron popular Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan medio tahun 90-an Babeh alias Benyamin.S pernah mengatakan kepada Doel (Rano Karno) "Doel, Babeh nih sekolahin lu tinggi-tinggi biar lu pinter dan bisa jadi Gubernur"

"Jika anda bekerja semata-mata untuk uang, anda tidak akan menjadi kaya kerananya. Tetapi jika anda menyintai pekerjaan yang anda lakukan itu, kejayaan akan menjadi milik anda"

Ray Kroc (Pengasas McDonalds)