Connect With Us

Jembatan Penghubung Cisauk dengan Setu Retak-retak, Kerap Sebabkan Kecelakaan

Tim TangerangNews.com | Selasa, 19 April 2022 | 12:22

Kondisi jembatan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, yang retak. (@TangerangNews / Rahmat Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Warga dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, yang retak.

Jembatan yang terletak di antara Kecamatan Cisauk dan Kecamatan Setu ini mengalami keretakan di lima titik. Kondisi ini kerapkali menjadi sebab kecelakaan, khususnya roda dua yang melintas.

Warga sekitar Afriansyah mengaku khawatir, keretakan jembatan dengan ukuran sekitar 20 sentimeter akan terus melebar sampai tidak bisa diperbaiki.

"Sering kecelakaan di jembatan itu. Pengendara yang tidak tau banyak retakan pasti ngebut, makanya sering banyak yang jatuh,'' terangnya.

Selain kondisi jalan, warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan pada jembatan. Sehingga jembatan sangat gelap saat malam hari.

Pengguna jalan, Suherlan, yang kerap melintasi jembatan tersebut juga mengaku resah. ''Saya sebagai pengendara juga risih. Waktu awal saya lewat sini, malem hari hampir jatoh karena tidak tahu kalo ada retakan yang cukup gede,'' ucapnya.

Harapan warga juga pengendara yakni jembatan agar segera diperbaiki agar setiap pengendara aman.

KAB. TANGERANG
Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:07

Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

TANGSEL
Sudah Beraksi di 20 Toko di Tangsel, Wanita Muda Penjual Emas Palsu Ditangkap

Sudah Beraksi di 20 Toko di Tangsel, Wanita Muda Penjual Emas Palsu Ditangkap

Jumat, 3 Juli 2026 | 12:16

Seorang wanita berinisial HCTW, 20, ditangkap polisi setelah diduga mencoba menjual emas palsu di sebuah toko emas di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill