Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai mengambil langkah-langkah dalam mengantisipasi masuknya penyakit cacar monyet (monkeyfox) ke wilayahnya. Pasalnya, diduga sudah ada satu kasus suspek penyakit cacar monyet di Jawa Tengah, meski saat ini masih dalam penyelidikan Kementerian Kesehatan.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Sumihar Sihaloho mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi penularan cacar monyet.
Satu di antaranya menyebarluaskan informasi tentang cacar monyet melalui konten edukasi di media sosial, situs, dan spanduk.
"Memantau dan melaporkan laporan jika ada kasus yang ditemukan sesuai dengan definisi operasional, juga meningkatkan kewaspadaan dengan upaya early surveilans," ujarnya, Jumat 5 Agustus 2022.
Dinkes Kabupaten Tangerang memaksimalkan keberadaan Puskesmas, rumah sakit, dan laboratorium.
Sama halnya dengan pencegahan Covid-19, Sumihar meminta warganya untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
"Dapat dengan menggunakan masker, karena cacar monyet dapat menyebar melalui mulut ke mulut. Juga dengan menghirup serpihan kulit atau virus misalnya dari pakaian orang yang terinfeksi," ungkapnya.
Langkah-langkah pencegahan juga harus tetap dijalankan seperti mengonsumsi vitamin disertai asupan makanan bergizi.
Kemudian membersihkan dan disinfeksi lingkungan serta PHBS.
"Sampai saat ini pengobatan yang spesifik untuk cacar monyet masih terbatas tahap pengembangan. Pengobatan lebih bersifat simptomatis dan suportif," papar Sumihar.
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews