Connect With Us

Pemilik Warung Makan di Tangerang Ogah Pindah ke Kompor Listrik

Dimas Wisnu Saputra | Selasa, 27 September 2022 | 18:05

Rumah makan di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Rencana pemerintah pusat mengkonversi kompor gas elpiji ke kompor listrik mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat di Tangerang. Mereka menilai program tersebut dapat memberatkan karena akan menambah pengeluaran sehari-hari.

Seperti yang diungkapkan, Iyel, pemilik rumah makan di Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Selasa 27 September 2022.

Ia menyebutkan, untuk pengeluaran listrik per bulannya saja sudah mencapai Rp300ribu. Jika bermigrasi ke kompor listrik, maka akan menambah biaya operasionalnya.

"Saya jujur tidak setuju, itu akan menjadi beban kami. Listrik otomatis akan mahal, karena kita rumah makan pasti sering masak juga," ujarnya kepada TangerangNews.

Menurutnya, jika beban operasional bertambah, dirinya tidak bisa serta merta menaikkan harga makanan yang dijualnya. Pasalnya, pelanggan pasti keberatan dan enggan makan di tempatnya.

"Jujur enggak sanggup, apalagi nantinya barang akan mahal. Kita saja jual per porsi Rp10 ribu, mungkin akan gulung tikar," jelasnya.

Sementara itu, Ade, warga Kecamatan Cikupa, juga keberatan dengan adanya wacana konversi ke kompor listrik. Mengingat penghasilannya yang pas-pasan.

"Penghasilan aja saya cukup untuk makan doang, gimana nambah di kompor listrik, Nambah besar aja pengeluaran. Saya enggak setuju, kecuali kalau pemerintah ada solusi lain," tukasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill