Solusi Islam Atasi Gunungan Sampah
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:06
Bahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.
TANGERANGNEWS.com-Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang Mad Romli menargetkan sebanyak 12 kursi di DPRD setempat dalam Pemilu 2024. Karena itu ia meminta seluruh kader bersatu dan turun kebawah mensosialisasikan program pembangunan.
"Diharapkan target 12 kursi di DPRD Kabupaten Tangerang bisa tercapai," katanya saat perayaan HUT ke-58 Partai Golkar bersama ribuan kader di Kantor DPD Golkar Kabupaten Tangerang, Minggu 16 Oktober 2022, pagi.
Menurutnya, HUT Golkar ini menjadi momen penting untuk menyatukan kader partai dalam memenangkan kembali Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang.
"Saya mengajak kepada seluruh kader berjuang bersama dalam mensejahterakan masyarakat," tandas pria yang juga menjabat Wakil Bupati Tangerang ini.
Sementara Hj Airin Rachmi Diani Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) mengapresiasi acara HUT Partai Golkar Di Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Mantan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diani yang turut hadir juga berharap di Pemilu 2024, Golkar meraih kemenangan.
"Golkar merupakan partai tua, yang di dalam perjuangannya penuh dengan liku liku. Pasang surut Golkar pernah dialaminya, namun sampai saat ini Alhamdulillah Golkar tetap solid di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto," katanya.
Ia juga berharap kepada kader-kader terbaik Golkar untuk menjadi pemimpin di Provinsi Banten. Termasuk Mad Romli didorong untuk maju Cabup Tangerang.
"Harapan kami dan kita semua agar Mad Romli menjadi Bupati Tangerang meneruskan kader terbaik Pak Zaki Iskandar," tandas Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini.
Diketahui saat ini dari total 50 kursi DPRD Kabupaten Tangerang hasil Pemilu 2019, Partai Golkar menduduki sebanyak 6 kursi. Jumlah tersebut dibawah PDIP sebanyak 8 kursi, kemudian Gerindra 7 kursi.
TODAY TAGBahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews