Connect With Us

Direktur PD Pasar Kabupaten Tangerang Korupsi Kendaraan Dinas

| Rabu, 6 Juli 2011 | 19:37

| Dibaca : 82882

Deddy Supriyadi Direktur PD Pasar Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / rangga)

 

TANGERANG-Direktur Utama PD Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang, Deddy Supriyadi dituntut 1,5 tahun penjara serta denda sebear Rp50 juta oleh JPU dalam persidangan kasus dugaan penyimpangan anggaran daerah dalam pengadaan tiga unit kendaraan dinas senilai Rp600 juta di PN Tangerang, Rabu (6/7).
 
 Dalam surat tuntutannya, JPU Ronald mengatakan, perbuatan terdakwa dianggap melanggar pasal 3 ayat 1 jo UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi, karena telah menyalahgunakan jabatannya sebagai direktur untuk melakukan penyimpangan anggaran pengadaan tiga mobil dinas, yakni satu unit Toyota Kijang Innova, dan dua Avanza.

 “Untuk itu jaksa meminta kepada ketua majelis hakim untuk menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman 1,5 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta, jika denda tidak dibayar maka hukuman penjara ditambah 3 bulan,” ungkapnya.

 Sementara hal yang memeberatkan, lanjut JPU, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan melanggar peraturan pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum prnah dihukum dan kooperatif dalam melaksanakan sidang.
 
JPU menjelaskan, kasus ini terjadi pada februari 2009, terdakwa Deddy melakukan pengadaan tiga unit mobil dinas namun tanpa melalui proses lelang, sebagaimana yang diamanatkan Keppres No. 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang/jasa.
 
“Terdakwa langsung minta persetujuan dari pengawas PD Pasar untuk membeli tiga unit mobil ini secara kredit. Padahal sebelumnya, pengawas tidak merekomendasikan pengadaan ini karena PD Pasar terus merugi,” ungkap Ronald.  

Menanggapi tuntutan JPU, Kuasa hokum terdakwa, Irvan Pahmi mengatakan bahwa dalam tuntutan JPU banyak yang mengabaikan fakta-fakta persidangan. Seperti persetujuan pengawas PD Pasar untuk melakukan lelang.
 
“Memang sebelumnya pengawas tidak merekomendasikan, tapi selanjutnya pengawas malah menyetujuinya. Kalau pengawas konsisten sama keputusannya, pengadaan barang tidak akan terjadi. Hal itu sudah diungkapkan pengawas sebagai dalam persidangan, tapi JPU tidak mencantumkan kesaksiannya dalam surat tuntutan,” ungkapnya. Untuk itu, kata Irvan, pihaknya akan mengajukan pembelaan pada persidangan selanjutnya.(RAZ)

SPORT
Gembleng Calon Atlet Muda Tangerang, ASKAB Gelar Liga 1 U12

Gembleng Calon Atlet Muda Tangerang, ASKAB Gelar Liga 1 U12

Senin, 28 Januari 2019 | 09:51

TANGERANGNEWS.com-Asosiasi PSSI Kabupaten Tangerang (ASKAB) terus melakukan pembinaan atlet muda sepak bola di Kabupaten Tangerang. Ajang

WISATA
Menikmati Keasrian di Jaletreng Riverpark Tangsel

Menikmati Keasrian di Jaletreng Riverpark Tangsel

Minggu, 27 Januari 2019 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Tak perlu pergi jauh untuk menemukan tempat wisata yang nyaman dan indah, kini Tangerang Selatan juga memiliki beberapa destinasi wisata populer sebagai tempat menangkan diri dari hiruk pikuk kota

AYO! TANGERANG CERDAS
Sinar Mas Land Beri Beasiswa Coding Bagi Pemuda di BSD

Sinar Mas Land Beri Beasiswa Coding Bagi Pemuda di BSD

Senin, 11 Februari 2019 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land bersama Techpolitan memberikan program beasiswa Coding kepada sekitar BSD City, Serpong, Kota Tangsel, untuk dilatih menjadi programmer handal.

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seperti apa yang Anda inginkan."

George Elliot