Connect With Us

Rohmat Belum Pasti Terserang Flu Burung

| Minggu, 22 Januari 2012 | 20:57

Flu Burung di RSUD Kabupaten Tangerang. (tangerangnews / dens)

TANGERANG- Pasien susfect flu burung, Rohmat, 18, warga Rt 09/03 Desa Ciodeng Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Panongan, telah dirawat di ruang isolasi RSU Tangerang, sejak Sabtu (21/1).

Namun, hingga kini beluma ada kepastian ada kepastian resmi penyakit yang diderita Rohmat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Naniek Isnaini menerangkan, pihaknya masih menunggu hasil laboratotium untuk memastikan apakah terkait penyakit Rohmat akibat flu burung atau bukan. "Hasilnya dua hari kedepan. Karena dibutuhkan waktu melakukan tes. Jadi dia (Rohmat) belum pasti terserang virus flu burung," terangnya, Minggu (22/1).
 
 Naniek menyatakan, dari hasil observasi atas semua unggas yang hidup tempat tinggal Rohmat, di daerah Mekar Jaya, hasilnya negatif terjangkiti virus flu burung. "Sudah dilakukan observasi, tapi hasilnya negatif," terangnya.
 
 Meski begitu, Naniek menerangkan Rohmat tetap akan di rawat di ruang isolasi flu burung. Dilakukan guna mencegah adanya kemungkinan-kemungkinan dari gejala awal yang ditunjukkan oleh Rohmat, yang mirip gejala terserang virus flu burung. "Semua antisipasi akan dilakukan guna menjaga kemungkinan terburuk. Rohmat tetap akan ditempatkan di ruang isolasi," ujarnya. (RAZ)

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill