Connect With Us

KSM Ancam Seret Ketua BKM ke Pengadilan

| Kamis, 2 Agustus 2012 | 15:35

| Dibaca : 1138

Aminudin, Ketua KSM Surya Abadi. (tangerangnews / dira)


Reporter : Ganang
TANGERANG
-Lantaran kesal, karena aliran dana replikasi PNPM yang seharusnya menjadi haknya tidak kunjung dicairkan. Dan diduga diberikan kepada orang lain yang tidak termasuk dalam daftar penerima, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Surya Abadi yang beralamat di RT 09/04, Kampung Jayanti, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang mengancam akan menyeret Cecep Abdul Qhadir Zaelani,  Ketua Badan Keswadayaaan Masyarakat (BKM) Desa Cikande ke pengadilan.

"Saya merasa kecewa, karena dana replikasi PNPM dari pemerintah yang seharusnya saya terima dialihkan ke orang lain. Padahal orang  tersebut tidak pernah mengajukan sebelumnya. Saya juga tidak tahu, dana reflikasi yang sudah bisa dicairkan sejak 23 Juli kemarin itu sebagai pembayar hutang pribadi, atau memang dialihkan.
Soalnya,  berdasarkan Peraturan Bupati Tangerang No 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Replikasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kabupaten Tangerang Tahun 2011, dana replikasi ini hanya diberikan kepada masyarakat yang sudah mengajukan proposal melalui BKM sesuai dengan kegiatan yang akan dijalankan. Saya juga akan membawa masalah ini ke pengadilan, kaena ini salah satu bentuk penyelewengan," papar Aminudin, Ketua KSM Surya Abadi kepada tangerangnews.com, Kamis (2/8).

Aminudin juga menuturkan dari tujuh titik penerima dana replikasi PNPM di Desa Cikande melalui BKM, baru tersalur ke  empat titik, dan masih ada tiga titik lagi yang belum mendapatkan aliran dana replikasi tersebut, yaitu KSM Al Istiqomah, Mushola Al Ikhlas, serta KSM Surya Abadi yang dikelolanya. Dan dana tersebut, tambah Aminudin akan digunakan sebagai usaha peternakan ayam.

Sampai saat ini, Ketua BKM Desa Cikande, Cecep Abdul Qhadir Zaelani belum bisa ditemui, karena sedang sakit.

Camat Jayanti, Heru Ultari menjelaskan, bahwa dana replikasi PNPM tersebut turun tidak melalui kecamatan, melainkan langsung ke rekening bendahara BKM masing-masing desa. Heru berjanji akan memangil Ketua BKM se-Kecamatan Jayanti, termasuk Cecep pada hari Senin mendatang (6/8).

"Dana replikasi PNPM ini turun tidak melalui Kecamatan, melainkan langsung ke rekening BKM di masing-masing desa. Jadi Kecamatan tidak tahu persis persoalannya. Tapi memang, banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang hal ini. Dan hari Senin nanti (6/8), kami akan memanggil semua Ketua BKM, termasuk Ketua BKM yang dinilai bermasalah," tegasnya.
TOKOH
Hary Tanoe Tutup Global Forum for Media Development

Hary Tanoe Tutup Global Forum for Media Development

Rabu, 21 September 2016 | 21:00

TANGERANGNews.com-CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjadi narasumber penting di Jakarta World Forum merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh Global Forum for Media Development (GFMD) yang berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Kelap

KAB. TANGERANG
Kontrakan di Neglasari Tangerang Digerebek BNN

Kontrakan di Neglasari Tangerang Digerebek BNN

Rabu, 28 September 2016 | 14:32

Diduga salah satu kamar kontrakan di lantai dua tersebut digunakan sebagai tempat memproduksi narkoba.

HIBURAN
Pertama, Festival Dangdut Indonesia Bikin Amerika 'Bergoyang'

Pertama, Festival Dangdut Indonesia Bikin Amerika 'Bergoyang'

Sabtu, 10 September 2016 | 19:50

TANGERANGNews.com-Suasana pusat kota Wilmington, Delaware, AS terasa berbeda. Biasanya pada setiap hari libur musim panas, berbagai pertunjukan festival musik digelar di area taman kota.

BANTEN
Restorasi Pesisir Pantai Utara Serang, Indah Kiat Tanam 100 Ribu Mangrove

Restorasi Pesisir Pantai Utara Serang, Indah Kiat Tanam 100 Ribu Mangrove

Selasa, 27 September 2016 | 20:00

TANGERANGNews.com-Indah Kiat Pulp & Paper Serang yang merupakan unit industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas berlokasi di Kabupaten Serang, Banten sejak tahun 2010 telah menanam dan merawat 100 ribu batang Mangrove (bakau) di pesisir pantai Serang Uta

"Tidak Mungkin adalah kata yang hanya didapat dalam kamus orang-orang bodoh "

Napoleon Bonaparte